
Pabelan-online.com, UMS – Dosen Psikologi UMS tengah megembangkan penelitian terapi Behavioural Activation for Muslims (BA-M). Melalui kolaborasi riset lintas negara yang melibatkan Indonesia, Inggris, dan Pakistan, metode ini dirancang sebagai intervensi klinis untuk menangani depresi dengan pendekatan nilai-nilai Islam.
Dosen Fakultas Psikologi Lusi Nuryanti menjelaskan penelitiannya merupakan suatu intervensi atau terapi untuk depresi berupa konsep pengembangan Behavioural activation for Muslim. Dalam psikologi, kata Lusi, terdapat teknik terapi yang tidak hanya untuk depresi saja, tetapi juga banyak masalah psikologi.
“Tetapi BAM kita khususkan untuk depresi, dan untuk muslim. Walaupun ke depan kita akan mengembangkan untuk jenis gangguan yang lain,” jelasnya saat ditemui di ruangannya, Jumat (14/11/25).
Upaya mengembangkan penelitian tersebut dilakukan secara kolaboratif oleh tiga kampus dari negara yang berbeda. Kampus tersebut, ujar Lusi, yakni University of Leeds, Inggris, University of Punjab, Pakistan, dan UMS. Lusi menambahkan, BAM sendiri sudah dibangun, dikembangkan, juga sudah digunakan di Inggris, di kota Leeds, dan Brentford.
“Kami yang di Indonesia, melakukan adaptasi untuk bisa digunakan di Indonesia dan di Pakistan. Di Pakistan sudah duluan mulai di 2019, di Indonesia kami baru memulai di tahun 2024,” tambahnya.
Penelitian itu juga megembangkan modul untuk melatih calon-calon terapis di Indonesia dan untuk mahasiswa profesi psikologi. Nantinya, pada 12 Desember, modul itu akan diajarkan di program psikologi UMS. “Nanti semester depan diajarkan di Psikologi UMM (Universitas Muhammadiyah Malang –red),” ucapnya.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sejumlah faktor. Faktor-faktor tersebut meliputi besarnya populasi umat Islam di Indonesia yang bahkan terbesar di dunia, tingginya relevansi depresi di Indonesia yang berujung pada peningkatan kasus bunuh diri, serta tingginya kasus depresi pada ibu hamil dan menyusui di Indonesia.
“Sampai saat ini, di Indonesia yang berbasis agama, yang terbukti secara penelitian itu belum ada. Kami sangat antusias untuk melakukan ini. Harapannya kami bisa memberi manfaat untuk umat,” tuturnya.
Lektor Student Mental Health Wellbeing Support (SMHWS) UMS, Partini, menanggapi bahwa penelitian tersebut merupakan salah satu upaya yang luar biasa.
“Bu Lusi mencoba memformulasikan dalam bentuk riset. Nanti kita bisa mempraktikkan formula untuk perilaku seorang Muslim itu seperti apa,” katanya saat ditemui di Laboratorium Psikologi UMS, Senin (17/11/2025)
Partini mengatakan, semua orang memiliki depresi. Hanya levelnya berbeda-beda, dari yang terendah sampai tertinggi. Psikolog, ujar Partini, dapat menangani depresi rendah sampai sedang, sedangkan depresi tinggi akan ditangani oleh psikiater.
“Sehingga diperlukan profesional untuk membantunya, agar cara-cara untuk mengatasinya itu tepat,” jelas Partini.
Reporter: Akmal Muhajir Rayadinata
Editor: Fauziah Salma Anfihar






