LPM Pabelan

UMS, pabelan-online.com – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Natural Fakultas Farmasi (FF) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan diskusi online via whatsapp yang bertajuk Stop Bullying, Start Loving” pada hari Jumat, 28 Maret 2020. Diskusi ini berisi mengenai edukasi tentang bullying yang bertujuan untuk mengedukasi mahasiswa.

Faktor dari penyebab bullying sering terjadi pada keluarga, sekolah, dan pertemanan. Sehingga dalam waktu jangka panjang dapat mengakibatkan anti sosial, prestasi belajar menurun , depresi, bahkan sampai bunuh diri.

Banyak kasus bullying yang sulit diketahui karena korban sering menutup diri dan jarang menceritakan kepada orang lain. Sedangkan pelaku bullying merasakan kepuasan, meskipun pelaku merasa itu tidak pantas dilakukakan.

Semua itu dilakukan karena proyeksi rasa ketidakmampuan diri dan rasa malu si pelaku, yang kemudian dilampiaskan pada titik lemah si korban bullying. Penyebab lainnya juga bisa karena narsisme dan rasa kebanggaan diri yang membuat pelaku bullying tidak merasa bersalah.

Pengisi diskusi, Faiz Rabbani selaku Bachelor of Psychology mengatakan, bahwa dalam lingkungan kampus sendiri juga masih banyak bullying dan apabila bullying terus terjadi maka akan berdampak serius, baik pada korban maupun pelaku.

Maka dari itu, perlu adanya bantuan dari seseorang yang profesional di bidangnya, seperti psikiater agar bullying tidak terus menerus terjadi. “Oh iya, bisa juga dilakukan pembinaan rehabilitasi apabila kasus sudah sampai berdampak ke hukum,” ujar Faiz ketika mengisi diskusi online, Jumat (27/3/2020).

Baca Juga: Layanan BKPP UMS Belum Dimanfaatkan Secara Maksimal Oleh Mahasiswa

Selaku Pemimpin Umum (PU) LPM Natural, Anita Dwi Utami menuturkan, bahwa kasus bullying masih banyak terjadi di lingkungan masyarakat, bullying dapat menyebabkan si korban stres, depresi, hingga bunuh diri. Ia mengatakan, bahwa adanya diskusi ini bertujuan untuk mengedukasi teman-teman mahasiswa mengenai bullying.

“Dan tentunya ilmu yang didapat dari acara kita ini dapat terus dibawa, sehingga kita (mahasiswa –red) dapat ikut berperan untuk mengentaskan bullying di Indonesia,” tulis Anita via whatsapp, Jumat (27/3/2020).

Diskusi daring tersebut tak hanya diikuti oleh kalangan mahasiswa saja. Patali Putra salah satu peserta diskusi yang berprofesi sebagai seorang guru ini juga mengikutinya dan sangat antusias dengan diskusi daring tersebut, karena fokusnya adalah untuk menerima informasi yang berkaitan tentang materi bullying. Ia berharap, jika diskusi seperti ini tetap berlanjut.

“Kalo bisa peserta dari guru-guru bimbingan konseling se-Solo Raya juga ikut,” tulisnya ketika diwawancarai tim pabelan online via whatsapp, Jumat (27/3/2020).

Reporter              : Aji Tirto Prayoga

Editor                    : Rifqah

Also Read

Tinggalkan komentar