
Pabelan-online.com, UMS – Sejumlah mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mengeluhkan tagihan administrasi yang tak sesuai dengan yang disosialisasikan sebelumnya. Mereka bingung ketika melihat tagihan yang diberikan saat acara Grand Opening pada Senin, 22 September 2025.
Salah satu mahasiswa baru PGSD, Samantha mengeluhkan ketidaksesuaian antara sosialisasi dengan tagihan biaya administrasi kepada para mahasiswa baru. Ia menyebut sosialisasi itu dilakukan secara mendadak lewat surat tagihan yang ada di dalam goodie bag.
“Tidak ada sosialisasi sama sekali, tiba-tiba di surat tagihan administrasi ada biaya pembayaran untuk mengikuti seminar nasional,” keluhnya saat ditemui di Taman Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Senin, (29/09/2025).
Samantha mengatakan sebelumnya sudah mendapat sosialisasi tagihan biaya seminar senilai 70 ribu rupiah. Isi dari goodie bag yang diberikan saat Grand Opening itu adalah tumbler, Majalah Galeri Sigma, dan surat tagihan administrasi.
“Saya bingung karena tiba-tiba disuruh bayar acara seminar ini,” ujarnya.
Meskipun, Samantha sebetulnya merasa tagihan itu layak dengan apa yang didapatkan. Namun, ia menganjurkan sebaiknya jumlah tagihan tetap disampaikan di awal. “Ini bukan tentang nominalnya, tetapi kenapa dari awal tidak ada informasi lebih jelasnya,” kata Samantha.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) PGSD, Misbahqul Umam, mengaku belum memberikan transparansi sejak awal melalui grup WhatsApp maupun secara langsung. Sebab, hal itu sudah menjadi acara wajib untuk mahasiswa baru sejak dulu.
“Kita hanya melampirkan biayanya lewat tagihan itu tadi karena transparansi juga terlihat lewat Grand Opening itu,” kata Misbahqul, Jumat, (26/9/2025).
Menanggapi hal itu, ia mengatakan akan mengevaluasi dalam hal transparansi tagihan biaya administrasi untuk ke depannya. “Kita menerima keluh kesah itu dan untuk seterusnya akan diperbaiki lagi,” ujarnya.
Kepala Program Studi (Kaprodi) PGSD Murfiah Dewi Wulandari menyampaikan bahwa setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh HMP, termasuk seminar nasional, harus melalui proses konsultasi dengan Kaprodi mulai dari pemilihan pembicara hingga rincian biaya.
“Dari HMP sendiri kalau mau menyelenggarakan acara itu harus konsultasi ke Kaprodi, termasuk seminar, mereka juga sudah konsultasi dari pembicara sampai biaya,” jelas Murfiah, Senin, (29/9/2025).
Murfiah mengusulkan agar pembayaran tidak dibebankan sekaligus dalam satu waktu dan memisahkan tagihan agar nominalnya tidak terlalu tinggi, atau memberi jeda waktu antara satu kegiatan dan kegiatan lainnya.
“Misalnya, pelaksanaan seminar diberi jarak tiga bulan dari Grand Opening, supaya pembayarannya tidak terasa berat,” sarannya
Murfiah juga menjelaskan soal Majalah Sigma Galeri yang berisi profil prodi seharga 35 ribu rupiah. “Karena itu sudah termasuk program dari kaprodi juga, agar kita juga bisa mengenalkan prestasi, dosen, dan lain-lain kepada mahasiswa baru agar bisa memotivasi,” kata Murfiah.
Reporter: Malfa Azizah Qurrotul ‘Ain
Editor: Ridhwan Nabawi





