LPM Pabelan

Penampilan ketiga pembicara #Generasi Campus Roadshow: Raditya Dika, Nicholas Saputra, Najwa Shihab di atas panggung Auditorium GPH Haryo Mataram, Universitas Sebelas Maret (UNS). (7/10) Foto: Aqnan Syandi Syahsena

Pabelan-online.com, UMS – Acara #Generasi Campus Roadshow yang bertajuk “Passion in Action: Navigasi Potensi Diri” digelar di Auditorium GPH Haryo Mataram, Universitas Sebelas Maret (UNS), pada Selasa, 7 Oktober 2025. Acara yang berkolaborasi dengan Grab Indonesia itu menghadirkan pembicara dari kalangan jurnalis, penulis, dan aktor.

Acara itu diawali dengan sesi inspiratif bersama Jovial Da Lopez, selaku Chief Creative Officer Narasi, yang membagikan cerita perjalanan karir kreatifnya. Ia mengajak peserta untuk mengambil langkah nyata dalam berkarya. Kepada audiens, ia juga menegaskan agar tidak sembarangan dalam mengambil tindakan.

“Jangan yang penting ada pergerakan, tapi arahnya harus jelas, direction-nya harus jelas,” ujar Jovial di panggung acara #Generasi Campus Roadshow, Selasa, (7/10/25).

Pendiri Narasi sekaligus jurnalis senior Najwa Shihab menyoroti kesalahan banyak orang dalam memahami pengertian passion. Menurutnya, passion bukanlah awal dari tindakan tapi hasil dari tindakan yang dapat dibentuk dan diukur sesuai dengan kehidupan masing-masing individu. 

Passion itu kaya jodoh, dijemput bukan ditunggu. Jangan nunggu passion tapi jemput passion,” ujar Najwa saat di atas panggung ketika dimintai pendapat mengenai pengertian passion, Selasa, (7/10/25).

Seniman Nicholas Saputra alias Nicsap juga memberikan pandangannya soal passion. Bagi Nicholas, passion sama halnya dengan gairah. Ia menyebut jika passion-lah yang membuat seseorang bergairah ketika melakukan tindakan.

Namun, untuk mengetahui passion, kata Nicsap, seseorang perlu perjalanan yang panjang. 

Passion menurut saya perlu diuji coba, masih semangat tidak melakukan hal itu ketika dalam keadaan yang sulit? Gairah itu yang membuat kita masih melakukan hal itu sampai saat ini,” ucap Nicsap, Selasa, (7/10/25).

Sejalan dengan Najwa Shihab dan Nicholas Saputra, Raditya Dika juga menyebut bahwa passion tidak hadir begitu saja. Ia membagikan pendapatnya mengenai hal-hal fundamental dalam menemukan passion yang tepat. Menurutnya, passion itu tepat ketika seseorang merasakan kerelaan dan kebanggaan ketika melakukan hal itu untuk waktu yang lama.

“Apakah yang kita lakukan kita punya kerelaan untuk melakukan segitu banyak?” tanya balik Raditya Dika kepada audiens mengenai cara untuk menemukan passion, Selasa, (7/10/25).

Ketika memasuki sesi sharing, ada sejumlah peserta yang bertanya soal kestabilan antara pekerjaan dan passion. Menurut Najwa, passion dapat disesuaikan dengan kehidupan kita. Ia menyebut bahwa fokusnya bukan pada apa yang akan dilakukan, melainkan apa yang akan dikontribusikan. 

“Ada banyak cara untuk mencari dan menyesuaikan passion itu dengan kehidupan kita,” ucapnya. 

Raditya Dika berpendapat bahwa passion dan kestabilan pekerjaan dapat terjalin dalam satu waktu asalkan passion yang dijalani memiliki nilai. “Kita harus tau dulu yang kita lakukan itu membawa nilai atau bukan. Selama yang dilakuin ada nilainya, tentu bisa,” ujarnya. 

Sependapat dengan Raditya Dika, Nicholas Saputra juga beranggapan bahwa passion dan kestabilan dapat berjalan secara bersamaan asalkan dapat mengatur waktu dengan baik. Di sisi lain, mencintai sebuah passion setiap orang akan berbeda-beda. 

“Relatif. Tapi saya yakin lebih dari 2 tahun.”

Aulia Ceta Safira, salah satu peserta pada acara #Generasi Campus Roadshow menyatakan bahwa banyak sekali insight yang didapatkan setelah mengikuti acara ini. Ia menyebut tiga bintang tamu pada acara ini memberikan pandangan baru dengan cerita-cerita pengalaman mereka. 

“Kita dapat banyak sekali insight (wawasan-red) dari acara ini, yang pasti nambah pengalaman banget dan pengalaman yang sangat seru,” ujar Aulia, Selasa (7/10/25).

Reporter: Hanifa Eka Ramadhani

Editor: Muhammad Farhan 

Also Read

Tinggalkan komentar