Muchammad Sobri memaparkan materi pada Studium Generale di Auditorium Djazman Al Kindi. (31/1). Dok: DPD IMM Jateng

Pabelan-online.com, UMS Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah menggelar acara Pembukaan Akademi Riset & Studium Generale bertajuk “Bangun Tradisi Keilmuan dan Inovasi dalam Perspektif Global” pada Sabtu, 31 Januari 2026 bertempatan di Auditorium Djazman Al Kindi, Kampus 1 UMS.

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Ahmad Najib Burhani menyampaikan bahwa manusia sebagai ululalbab (orang yang memiliki daya pikir tajam -red), diperintahkan untuk melakukan riset, dan selalu berpikir tentang kejadian-kejadian di bumi ini, yang dimulai dari hal-hal kecil di lingkungan sekitar kita.

“Apa yang ada di masyarakat kita, yang nantinya memunculkan manfaat dan memiliki dampak besar bagi masyarakat kita,” ujar Najib dalam forum, Sabtu (31/1/2026).

Ia juga menyampaikan bagaimana para ilmuwan muslim bisa mendapatkan hadiah nobel. Sebab, ujarnya, tidak semua para penerima nobel itu berawal dari peringkat satu di bangku kelas.

“Semua orang berkesempatan mendapat hadiah nobel,” jelasnya.

Tidak hanya budaya meriset, Najib juga menekankan perlunya integrasi akademik. Najib mengambil pepatah Cina: from imitation to innovation. Menurutnya, sebuah riset tidak harus berawal dari sesuatu yang  baru, tetapi bisa juga dilakukan dengan melakukan inovasi terhadap sesuatu yang telah ada.

Selanjutnya, Abdul Fatah selaku pemberi amanat dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa tengah menyampaikan bahwa akademi riset ini menjadi kebangkitan kembali IMM dengan tujuan aslinya, yakni terbentuknya intelektual muslim. Selain itu, ia mengimbau untuk tidak melupakan nilai-nilai islam dalam perjalanan menuntut ilmu karena ciri orang yang beriman adalah yang selalu berpikir dan berdzikir.

“Bagaimana kita harus mengaitkan akademi riset ini dengan nilai-nilai yang terkandung dalam islam, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari, maka setiap selesai melakukan riset harus selalu disertai dengan rabbana ma khalaqta hadza bathila (Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia -red),” ungkapnya.

Abdul Fatah berharap, akademi riset ini akan melahirkan para mahasiswa-mahasiswa dan pakar-pakar intelektual yang berkualitas bagi Islam berkemajuan sebagai salah satu bendera yang dibawa Muhammadiyah.

Memasuki acara Studium Generale, Ketua Majelis Lingkungan Hidup PWM Muchammad Sobri mengatakan kompetisi intelektual dalam Muhammadiyah tidak terlalu ketat karena kebanyakan kadernya memilih untuk terjun ke ranah politik. Sobri juga membagikan pengalamannya dalam melakukan berbagai riset dan penelitian. 

Ia mengajarkan cara berpikir untuk menambahkan nilai tambah suatu barang dengan menganalogikan buah pisang. Bagaimana kulit pisang bisa memiliki suatu nilai tambahan yang lebih dibanding diubah menjadi energi gas. 

“Kalau saya pilih untuk tidak diubah menjadi energi gas, karena saya paham sains maka saya pilih kulit pisang itu saya berikan pakan sapi, yang nantinya akan berubah menjadi daging. Barulah kotorannya diubah menjadi energi,” jelas Sobri.

Amina, salah satu peserta acara itu mengatakan bahwa Studium Generale ini menyadarkannya akan kewajiban melakukan riset dan penelitian untuk menemukan solusi dari berbagai masalah yang ada di lingkungan sekitar. Ia berharap agar para kader IMM dapat melakukan riset dengan baik, sesuai dengan keahliannya masing-masing.

“Kegiatan ini (Akademi Riset-red) nantinya, saya harap bisa membantu kader-kader se-Jawa Tengah untuk melakukan riset dengan baik dan benar sesuai dengan spesialisasi, dan memiliki inovasi,” jelas Amina, Sabtu (31/1/2026).

Abad, peserta lainnya, juga menyampaikan bahwa acara Studium Generale ini membuka pandangannya akan pengamatan dan penelitian di lingkungan sekitar yang dapat membuahkan ilmu.

“Materi yang bapak Sobri bawakan sangat mendaging, beliau berbagi pengalamannya  yang spektakuler di bidang penelitian. Dari situ membuka pandangan kami bahwa dari pengamatan dan penelitian di lingkungan sekitar kita bisa membuahkan ilmu, dari ilmu itu kita kembangkan sehingga dapat bermanfaat untuk masyarakat dan lingkungan sekitar,” tuturnya, Sabtu (31/1/2026).

Reporter: Choiril Amirah Farida

Editor: Fauziah Salma Anfihar

Penulis

Also Read

Tinggalkan komentar