Papan tulis yang terletak didekat pintu masuk mahasiswa. (27/1) Foto: Hilmi Izza Faturrahman

Pabelan-online.com, UMS – Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS baru yang diresmikan pada Desember lalu menuai keluhan dari sejumlah pihak mulai dari tata letak ruang kelas, meja dan kursi perkuliahan, akses lift, hingga ketiadaan lobi penerimaan tamu. Keluhan tersebut datang dari seorang dosen FEB, lewat rekaman video yang menyoroti kondisi salah satu ruang kelas di lantai lima gedung tersebut.

Dalam rekaman tersebut, Muhammad Anas selaku dosen FEB, menyoroti kondisi salah satu kelas yang berada di lantai 5, bagian sayap timur gedung. Tata letak papan tulis di sana terlalu dekat dengan pintu kelas tersebut.

“Nanti semisal lagi ngajar di sini (di depan papan tulis -red), lalu ada yang membuka pintu, itu akan bahaya. Sama pintunya kalo dibuka nya terlalu keras, itu bisa merusak papan tulis,” ucap Anas dalam rekaman video, Rabu (21/1/2026).

Papan tulis tampak dari kiri kelas, yang kurang terlihat. (27/1) Foto: Hilmi Izza Faturrahman

Anas menyebut posisi papan tulis menyulitkan mahasiswa membaca tulisan. Hal itu karena hanya terdapat satu papan tulis yang berada di ujung depan kelas dan terlalu condong ke sisi kanan.

“Nah, semisal mahasiswa duduk di pojokan sini nanti nggak kelihatan di papan tulisnya,” ujarnya.

Di luar video itu, Anas juga mengeluhkan hal lain, yakni berupa meja dosen yang tanpa sekat, meja dan kursi yang sudah lawas, ketidakjelasan ruang dosen prodi, hingga fasilitas umum lain, seperti tangga dan lift.

“Karena memang sekat-sekat itu jadi syarat kelayakan buat akreditasi LAMEMBA (Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi) -red), tangga cuma satu selain tangga darurat dan sempit dengan ribuan mahasiswa, dan lift umum cuma dua,” kata Anas, Kamis (29/1/2026).

Selain itu, ia menyampaikan bahwa tidak adanya lobi dan area drop off dinilai menyulitkan akses bagi tamu dari luar kampus. “Masa iya harus diturunin di depan, masuk ke basement parkiran motor,” ungkapnya.

Selain masalah tata letak pada ruangan, Khalifatul Haniifah Arsyi, mahasiswa Program Studi Akuntansi mengeluhkan ukuran meja yang terlalu kecil untuk menulis laporan keuangan dengan kertas pada meja tersebut yang membuatnya terasa kurang maksimal ketika berkuliah. Arsyi juga mengeluhkan lift yang sering kelebihan muatan serta area parkir yang padat.

“Lift sering overload karena lift yang bisa diakses itu cuma dua, beberapa kursi mejanya kecil banget, parkiran lantai dua juga sering full, mungkin bisa dikasih satpam biar lebih tertata ” ungkapnya, Minggu (25/1/2026).

Muzakar Isa selaku Dekan FEB membenarkan adanya keluhan yang ada pada rekaman video tersebut. Isa bersama Direktorat Aset, Sarana dan Prasarana (DASP) memeriksa kondisi ruangan yang dimaksud dalam rekaman video yang dikirimkan ke pihak fakultas.

“Waktu itu saya berangkat dengan DASP dan kami berusaha untuk menetapkan memasang papan tulis dimana dan LCD dimana dan kami sudah memberikan titik terbaik,” jelasnya ketika ditemui di kantor dekanat, Selasa (27/1/26).

Isa menambahkan, berdasarkan keluhan tata letak screen dan papan tulis dalam rekaman video yang direkam Anas, konstruksi gedung baru ini berbeda dengan yang lama. Akibatnya, tata letak ruang terkendala material plafon yang kekuatannya tak sebanding dengan dak semen cor pada bangunan lama.

“Itu juga kan kita terkendala secara kondisional. Untuk saat ini kan kalo mau masang harus bobol plafon yang di atas,“ tambahnya.

Muzakar Isa mengatakan meja kayu yang disediakan di kelas tak perlu dipermasalahkan. Soal sekat-sekat, Isa menyebut ruangan dosen sudah ditetapkan, yakni bagian sayap barat untuk dosen perempuan dan laki-laki di sayap timur. “Konsep tata ruangnya sudah final dari pimpinan FEB,” ujarnya saat dihubungi secara terpisah via WhatsApp, Sabtu (31/1/26).

Menanggapi ihwal lobi penerimaan tamu yang dinilai kurang memadai, Isa mengatakan sempat menerima tamu dari luar bersama rektor dan wakil rektor I di depan lift lantai satu bagian luar basement. Namun, ia menerima usulan ke rektorat untuk meningkatkan kualitas.

“Secara umum belum maksimal tempatnya, kami sejak bulan November sudah usul ke rektorat dan DASP untuk meningkatkan kualitas lobi,” tambahnya, Sabtu (31/1/26).

Menanggapi keluhan akses lift, Kepala Bagian (Kabag) Sarana dan Prasarana (Sarpras) DASP UMS Hasyim Asy’ari mengatakan yang terjadi sebenarnya bukan galat lantaran banyak yang menggunakan lift, melainkan karena miskomunikasi pada bagian petugas penjaga keamanan gedung yang lupa membuka akses terhadap lift gedung tersebut. 

“Kemarin saya sudah kontak vendor untuk membuka parking (kunci akses-red), namun kesalahan kami di security ternyata belum dibuka dan itu di lantai paling bawah,” jelasnya saat ditemui di kantor, Senin (26/1/26).

Hasyim juga mengaku bahwa ia menerima keluhan lain seperti salah satu pintu yang kemasukan air ketika hujan badai. Kini, Sarpras UMS sudah memasang karet di bagian bawah pintu untuk menghalangi air masuk ke dalam ruangan. Selain itu, ia juga mendapat keluhan terkait stiker lift yang belum dikupas.

“Hujan badainya dari utara kan, jadi karena model pintunya seperti itu harus dipasang karet supaya air tidak masuk,” ujarnya, Senin (26/1/26).

Hasyim juga menyebut, sejumlah fasilitas mendapatkan garansi perawatan dalam kurun waktu 1 tahun untuk lift, dan pemeliharaan Air Conditioner (AC, pendingin ruangan -red) sekitar 4 kali perawatan dari vendor. 

“Ada garansi untuk lift itu sekitar 1 tahun dari vendor dan AC itu 4 kali perawatan juga,” jelas Hasyim.

Reporter: Hilmi Izza Faturrahman

Editor: Aulia Freaniti Rengganis

Penulis

  • Kuliah S-1 Ilmu Komunikasi, bergabung di LPM PABELAN sejak 2024. Gemar dengan isu politik, sosial humaniora, ekonomi, dan seni budaya. Sekarang menulis di platform medium.

Also Read

Tinggalkan komentar