Argo Sulistyo

Sumber: news.ums.ac.id

Pabelan-online.com, UMS — Ramadan tahun ini, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar program berbagi takjil gratis bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus. Program yang diinisiasi oleh Gema Kampus Ramadhan (GKR) UMS mengajak mahasiswa dan masyarakat sekitar untuk meramaikan masjid dan menumbuhkan rasa kemanusian dengan berbagi.

Ketua Panitia GKR Fatchurrohman Anggara menjelaskan bahwa pembagian takjil tahun ini dipusatkan di tiga masjid, yakni Masjid Sudalmiyah Rais Kampus 2 sebagai masjid utama, Masjid Fadlurrahman Kampus 1, dan Masjid Mahad Abu Bakar Kampus 1.

Program berbagi takjil ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap Ramadan sejak GKR dibentuk sekitar dua tahun lalu. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya sebatas berbagi makanan berbuka, tetapi juga menjadi strategi untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam meramaikan masjid-masjid kampus.

“Tujuan utamanya selain berbagi takjil, kita ingin memberikan motivasi kepada mahasiswa bahwa masing-masing kampus punya masjid, dan yang menghidupkan masjid adalah mahasiswa itu sendiri,” jelas Fatchurrohman, Jumat (20/2/2026).

Jumlah takjil yang dibagikan disesuaikan dengan dinamika aktivitas kampus. Pada hari aktif perkuliahan, jumlah takjil yang disiapkan dapat mencapai sekitar 1.000 paket. Sementara saat hari libur, jumlahnya hanya berkisar 500 paket.

Distribusi takjil dilakukan dengan dua mekanisme, yakni menggunakan kupon dan tanpa kupon. Sistem kupon diterapkan saat terdapat kajian menjelang berbuka puasa. 

Mahasiswa yang mengikuti kajian akan menerima kupon untuk ditukarkan dengan takjil. Adapun di luar kegiatan kajian, pembagian dilakukan secara langsung kepada mahasiswa yang datang ke masjid sekitar setengah jam sebelum berbuka puasa.

”Biasanya kita mulai membagikan ke mahasiswa yang datang ke masjid kira-kira sekitar setengah jam sebelum sholat maghrib,” paparnya.

Dalam proses penyediaannya, GKR bekerja sama dengan vendor eksternal melalui divisi khusus bernama Divisi Iftar. Sementara itu, pihak internal turut membantu dalam penyediaan minuman seperti teh hangat saat kajian berlangsung.

Meski demikian, panitia mengakui terdapat sejumlah kendala, terutama pada keterbatasan personel dan tingkat antusiasme mahasiswa yang dinilai masih kalah dengan minat berburu jajanan di luar kampus. 

Putra selaku salah satu mahasiswa Magister Hukum mengaku baru mengetahui program tersebut dari temannya. Ia menyebut informasi diperoleh secara informal dan baru pertama kali mengikuti pembagian takjil di masjid kampus.

“Tahu dari teman. Katanya di sini ada bagi-bagi takjil, kebetulan dari FH juga dekat,” kata Putra, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, program ini memberikan dampak positif, terutama dalam membantu penghematan pengeluaran harian mahasiswa. “Secara langsung bakal menghemat pengeluaran mereka, terutama pengeluaran makan harian,” tukasnya.

Ia berharap program berbagi takjil di UMS dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang dan memberikan dampak yang lebih luas, baik secara internal bagi mahasiswa maupun eksternal bagi masyarakat sekitar.

Reporter: Argo Sulistyo

Editor: Akmal Muhajir Rayadinata

Penulis

Also Read

Tinggalkan komentar