
Pabelan-online.com, UMS – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tengah mengajukan pembukaan Program Studi Doktor (S3) Teknik Informatika ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) setelah mendapatkan rekomendasi dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah. Bersamaan dengan itu, Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) juga menyiapkan pemanfaatan gedung lama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) untuk menambah ruang perkuliahan.
Tepat pada tanggal 11 Desember 2025 lalu, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta, Harun Joko Prayitno, mengirim surat permohonan rekomendasi pengusulan pembukaan prodi baru kepada Kemdiktisaintek lewat LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah dengan nomor surat 1503/C.2-II/SU/XII/2025.
Tiga bulan setelahnya, tepatnya tanggal 5 Maret 2026, ia mendapatkan surat balasan yang ditandatangani Aisyah Endah Palupi sebagai Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah dengan nomor surat 309/DST/LL6/KL.00.01/2026.
“Kami memberikan rekomendasi penambahan program studi akademik pada Universitas Muhammadiyah Surakarta, dengan program studi baru yaitu Program Studi Informatika Program Doktor, sebagaimana diajukan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta,” bunyi surat tersebut.
Harun mengungkapkan, Prodi S3 Teknik Informatika masih dalam tahap proses pengajuan ke Kemdiktisaintek setelah sebelumnya mendapatkan surat rekomendasi dari LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah. “Setelah ini maju ke Jakarta, dinilai tim pakar, setelah dinilai tim pakar (kalau-red) memenuhi syarat baru izin S3 Teknik Informatika,” ujar Harun saat ditemui di ruang rektor, Gedung Siti Walidah, Jumat (6/3/2026).
Adapun Prodi Ilmu Komunikasi, yang lebih dulu berdiri sejak 2006 di bawah naungan FKI, juga berwacana mendirikan program Magister Ilmu Komunikasi. Namun, menurut Harun, Ilmu Komunikasi masih harus berproses karena perkembangannya dianggap lambat.
“Maka sekarang itu menjadi perhatian saya khusus, dosen-dosennya, studi lanjutnya, risetnya, PBM-nya (Proses Belajar Mengajar-red), juga anak-anaknya menjadi perhatian saya, khusus untuk Ilmu Komunikasi,” imbuhnya.
Harun juga menganjurkan agar dosen-dosen Ilmu Komunikasi segera mengambil Program S3. Sementara dosen yang sudah mengambil S3, ujarnya, harus segera mengejar profesor dan mahasiswanya didorong untuk publikasi jurnal.
“Lari lebih cepat, jadi kalau selama ini waktunya sehari semalam untuk riset dan publikasi mungkin tiga jam dinaikkan jadi enam jam,” harapnya.
Harun juga menyoroti penjurusan di Ilmu Komunikasi yang hanya berjumlah dua penjurusan, yaitu public relations atau kehumasan dan broadcasting atau penyiaran. “Harusnya sekarang ada satu lagi jurnalistik ya, mungkin dosennya belum ada. Itu menjadi prioritas saya,” tambahnya.
Selain itu, ia juga mengatakan mahasiswa Prodi Ilkom seharusnya juga bisa mengonversi nilai lewat karya yang mereka buat. Menurutnya, konversi mata kuliah lebih bagus dibanding hanya diberi teori dan dosen juga membukakan jalan sesuai talenta yang dimiliki mahasiswa. “Yang bisa nulis di Jawa Pos bisa lulus mata kuliah apa gitu,” katanya.

Sidiq Setyawan selaku Kepala Prodi Ilmu Komunikasi mengaku senang dengan adanya wacana mendirikan program Magister Ilmu Komunikasi. “Munculnya s2 dapat menjadi peluang bagi lulusan s1 ilmu komunikasi ums maupun di luar ums untuk melanjutkan studi ke jenjang master,” ujar Sidiq saat dihubungi di via WhatsApp, Kamis (12/3/2026).
Sidiq mengatakan telah rutin berkoordinasi dengan pihak fakultas dan Direktorat Sumber Daya Manusia dan Organisasi (DSDMO) untuk penambahan dosen. “Sehingga sejak 2021 terjadi peningkatan jumlah dosen hingga menyentuh angka 23 dosen homebase pada tahun ini,” tuturnya.
Ia menyebut, saat ini ada lima dosen yang sedang menempuh S3 di universitas dalam dan luar negeri, juga akan dipersiapkan dua sampai tiga dosen untuk studi lanjut kembali pada tahun ini. Penjurusan yang ada di Prodi Ilmu Komunikasi, katanya, disesuaikan dengan kondisi pasar, alumni serta kebutuhan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saat pemetaan kurikulum tahun 2021 dan 2023 yang lalu.
“Jurnalistik tidak menjadi peminatan karena merujuk pada hasil review atau pemetaan tersebut, Bukan berarti kompetensinya hilang, namun dapat ditemui pada MK (mata kuliah-red) lain yang ada pada kedua peminatan tersebut,” tuturnya.
Sidiq menyebutkan, terdapat beberapa mata kuliah yang sudah menggunakan sistem konversi nilai seperti fotografi dan budaya kontemporer “Di mana terdapat opsi konversi nilai dari keikutsertaan mahasiswa pada kompetisi,” katanya.
Sebelumnya, Endah Sudarmilah selaku Dekan FKI membenarkan ihwal wacana pembukaan program S3 Teknik Informatika di UMS. Ia mengatakan jenjang S3 membutuhkan waktu yang lama dalam mengajukan proses pendirian prodi baru yang nantinya akan langsung diajukan oleh rektor UMS.
“Pendirian prodi baru (langsung-red) rektorat,” tutur Endah saat ditemui di ruang dekan FKI, Sabtu (28/2/2026).
Selain wacana penambahan S3 Teknik Informatika dan S2 Ilmu Komunikasi, pada tahun 2024 lalu FKI telah membuka prodi baru yaitu Sistem Informasi dan Prodi Artificial Intelligence (AI) pada tahun 2026 mendatang.
Baca juga: Mengapa UMS Buka Prodi Baru Kecerdasan Buatan
Dengan jumlah mahasiswa yang terus bertambah, Endah menyebut FKI juga membutuhkan gedung baru. Karena itu, Endah mengatakan FKI mendapatkan jatah gedung FEB lama yang sekarang berada di depan gedung FEB baru. Di gedung itu, kata Endah, nantinya akan berisi kelas, laboratorium, ruang dosen, ruang sebagian pimpinan prodi, dan tempat diskusi bagi mahasiswa.
“Lewat direktorat aset dan prasarana itu disetujui kalau gedung itu diberikan ke FKI,” ujarnya.
Hasyim Asy’ari selaku Kasubdit Pengelolaan Sarana dan Prasarana Direktorat Aset, Sarana, dan Prasarana (DASP) membenarkan soal gedung lama FEB yang bakal difungsikan sementara untuk gedung baru FKI. “Di situ nanti ada lab komputer, ada ruang guru besar, ada kelas,” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Senin (2/3/2026).
Hasyim menambahkan jika pembangunan gedung Fakultas Teknik (FT) sudah selesai, Prodi Teknik Sipil dan Prodi Arsitektur yang sebelumnya berada di Gedung J bakal ditempatkan ke gedung baru. “Nanti kalau Fakultas Teknik sudah jadi, maka gedung J FKI sekarang ini, yang Teknik Sipil dan Arsitek dipindah,” tuturnya.
Jika nanti gedung J sudah menjadi milik FKI sepenuhnya, ujarnya, maka gedung baru FKI akan menjadi milik universitas. “Maka eks gedung FEB nanti itu punya universitas, artinya kalau nantinya ada prodi yang membutuhkan akan mendapatkan itu (gedung baru FKI-red) tapi sifatnya sementara, itu kebijakan dari pimpinan,” ucap Hasyim.
Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKI Adrian Naelul Murtadho mengaku sudah tahu soal wacana prodi baru di FKI juga penggunaan gedung FEB lama untuk FKI. Ia merasa bangga dan optimis terhadap perkembangan yang cukup signifikan dari fakultasnya.
“Itu menunjukkan bahwasanya fakultas tercinta kita ini terus berkembang dan terus memperkuat kualitas akademiknya,” kata Adrian lewat pesan suara WhatsApp, Rabu (11/3/2026).
Adrian berharap, dari perkembangan tersebut dapat membuka lebih banyak peluang dalam berkolaborasi, berinovasi, dan keunggulan akademik. “Juga bisa menginspirasi mahasiswa buat terus berkembang dan memberikan kontribusi buat fakultas dan juga buat masyarakat,” ucapnya.
Reporter: Aqnan Syandi Syahsena
Editor: Muhammad Farhan








