Foto: tangkapan layar unggahan akun Instagram @feb.ums

Pabelan-online.com, UMS – 10 tim Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil meraih 12 penghargaan pada ajang World Young Invention & Exhibition (WYIE) yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 18–20 Mei 2026. Dari sepuluh tim yang berpartisipasi, kesembilannya meraih Gold Medal, satu tim memperoleh Silver Medal, serta dua penghargaan khusus berupa Special Award dan Asian Young Inventors for Best Invention Award 2026 Tertiary Level. 

WYIE merupakan kompetisi inovasi dan penemuan tingkat internasional yang mempertemukan peneliti, inovator, serta pengembang teknologi dari berbagai negara untuk mempresentasikan hasil riset dan produk inovatif mereka.

Muhammad Nadhir’Ufaioh, anggota tim QryptoPay, menjelaskan bahwa aplikasi tersebut dirancang untuk memudahkan pemilik aset kripto melakukan pembayaran sehari-hari tanpa harus melalui proses konversi yang panjang.

“Selama ini aset kripto harus dikonversi terlebih dahulu sebelum digunakan untuk transaksi sehari-hari, dan proses itu membutuhkan waktu,” ujarnya saat melalui pesan suara WhatsApp pada Sabtu (30/5/2026).

Melalui sistem yang dikembangkan, pengguna dapat memanfaatkan aset kripto untuk bertransaksi dengan memindai kode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Sistem kemudian akan mengonversi aset digital ke rupiah secara otomatis sesuai nominal pembayaran yang dibutuhkan.

Atas inovasi tersebut, tim QryptoPay berhasil menjadi salah satu penyumbang medali emas bagi UMS dalam kompetisi tersebut. “Tim aku, CryptoPay, alhamdulillah kemarin dapat Gold Medal dan mendapatkan Special Award dari Arab,” ucap Nadhir.

Nadhir mengungkapkan bahwa timnya tidak ingin inovasi tersebut berhenti pada ajang kompetisi. Mereka berencana menyempurnakan produk dan mencari mitra yang dapat mendukung implementasi QryptoPay di masyarakat.

“Kami ingin mematangkan produk ini dan mencari investor agar bisa direalisasikan secara langsung di masyarakat,” katanya.

Keberhasilan mahasiswa UMS tak lepas dari dukungan Direktorat Kemahasiswaan, Prestasi, dan Talenta Inovasi (DKPTI) UMS melalui pendanaan dan pendampingan bagi peserta. Tim Nadhir memperoleh bantuan pendanaan sebesar Rp7,5 juta dari DKPTI. Selain itu, sejumlah fakultas dan program studi juga memberikan dukungan pendanaan kepada mahasiswa yang mengikuti kompetisi.

“Kita tetap dapat dukungan dari kampus,” ujar Nadhir.

Muhammad Alfatih Hendrawan, Kasubdit Talenta, Inovasi, dan Prestasi DKPTI UMS menjelaskan bahwa pihaknya berperan untuk melakukan seleksi inovasi yang pantas masuk ke ekshibisi internasional, memberikan subsidi pendanaan, dan melakukan pendampingan untuk memperoleh capaian maksimal, yaitu Gold Medal, Special Award maupun Grand Prize

Lebih lanjut, DKPTI mendorong agar inovasi yang telah memperoleh pengakuan di tingkat internasional tidak berhenti sebagai karya kompetisi, melainkan dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat. Alfatih juga berharap capaian tersebut dapat menjadi pemantik semangat mahasiswa untuk terus berinovasi, mengembangkan produk yang dimiliki, serta menghadirkan karya yang berdampak bagi masyarakat luas. 

“Sebagai tindak lanjut, beberapa inovasi didorong untuk masuk program inkubasi bisnis supaya produk hasil kompetisi bisa dilanjutkan dalam program kewirausahaan yang dikelola oleh Inkubator Bisnis Talenta Inovasi (IBTI),” jelasnya.

Reporter: Qoula Tsabita At Thoriq

Editor: Baso Muh Wahidin

Penulis

Also Read

Tinggalkan komentar