Gladys Mayleny

Sumber: tangkapan layar unggahan akun Instagram @fikums.official

Pabelan-online.com, UMS – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi memperoleh akreditasi internasional dari Accreditation Agency in Health and Social Sciences (AHPGS) pada Mei 2026. Capaian tersebut menjadi pengakuan atas kualitas pendidikan FIK UMS sekaligus memperluas peluang lulusan untuk bersaing di tingkat internasional.

Wakil Dekan I FIK UMS, Vinami Yulian, menjelaskan sertifikat akreditasi internasional diterima setelah melalui proses panjang yang telah dipersiapkan sejak 2024.

Final report dan sertifikat sudah kami terima sekitar akhir Mei. Prosesnya cukup panjang, mulai dari penyusunan dokumen hingga visitasi lapangan,” ujarnya pada Senin, (8/6/2026). 

Vinami menjelaskan visitasi lapangan dilaksanakan pada 26–27 Januari 2026. Dalam proses tersebut, tim asesor melakukan peninjauan terhadap berbagai aspek, mulai dari ruang kelas, laboratorium, rumah sakit mitra, hingga wawancara dengan pimpinan, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan alumni. 

“Pembelajaran, kemahasiswaan, fasilitas yang ada untuk menunjang pembelajaran itu, baik dari segi kelas, laboratorium, klinik, rumah sakit. Kemarin asesor juga ke rumah sakit dan semuanya dilihat,” jelasnya.

Ketua Gugus Jaminan Mutu (GJM) FIK UMS, Fahrun Nur Rosyid, menyampaikan terdapat tujuh program studi yang berhasil memperoleh akreditasi internasional AHPGS, yakni Program Studi Kesehatan Masyarakat, Sarjana Fisioterapi, Profesi Fisioterapis, Sarjana Keperawatan, Profesi Ners, Sarjana Gizi, dan Profesi Dietisien.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh sivitas akademika dalam memenuhi standar mutu pendidikan internasional.

“Akreditasi internasional bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari komitmen untuk terus meningkatkan mutu secara berkelanjutan,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Minggu (7/6/2026).

Sementara itu, Kaprodi Keperawatan UMS, Irdawati, menjelaskan bahwa salah satu keunggulan FIK UMS terletak pada kurikulum yang disusun sesuai standar internasional dan didukung oleh tenaga pengajar yang memiliki pengalaman global.

“Kurikulum kita dilihat, metode pembelajarannya juga dinilai. Targetnya, ketika alumni ingin berkiprah atau berkarier di luar negeri tidak ada hambatan,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Irdawati menambahkan, akreditasi internasional tidak hanya menjadi pengakuan terhadap institusi, tetapi juga memberikan manfaat bagi mahasiswa dan lulusan dalam meningkatkan daya saing di tingkat global.

“Lebih berat mempertahankan daripada mendapatkan. Itu menjadi tantangan kami ke depan,” tambahnya.

Capaian tersebut turut disambut positif oleh mahasiswa. Mahasiswa Program Studi Keperawatan, Itsna Akhsanti Aufari, mengaku bangga atas keberhasilan FIK UMS meraih akreditasi internasional setelah melalui proses yang panjang.

“Senang karena kerja keras dosen, staf, mahasiswa, hingga alumni akhirnya membuahkan hasil yang manis. Kami juga sempat berdoa bersama sebelum akreditasi, jadi ketika hasilnya keluar rasanya sangat bangga,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Senin (8/6/2026).

Hal serupa juga disampaikan oleh mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fadhilah Nur Afifah. Ia menilai capaian tersebut dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi profesional.

“Dengan adanya akreditasi ini bisa memudahkan kami untuk belajar di luar negeri dan membuka banyak peluang untuk meningkatkan kualitas diri,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Senin (8/6/2026).

Reporter : Gladys Mayleny

Editor : Aulia Freyaniti Rengganis

Also Read

Tinggalkan komentar