
UMS, pabelan-online.com – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Solo Raya (BEM SR) menggelar nonton bareng (nobar) film documenter KPK EndGame, sebuah film terbaru garapan rumah produksi Watchdoc Documentary. Acara tersebut dilaksanakan di Ndalem Limasan, Kartasura pada Senin, 7 Juni 2021 lalu.
Sekilas mengenai “KPK End Game”, film bergenre documenter tersebut menyuarakan aspirasi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tersingkir karena Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai tes alih daya menjadi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lembaga antirasuah. Film tersebut mengambil fokus tentang pengalaman mengikuti TWK hingga rutinitas pekerjaan yang dijalani selama di KPK.
Dalam acara nonton bareng tersebut, turut menghadirkan pemantik yakni Mochamad Rifqi Hananto, selaku Dirjen Isu Korupsi dan Pembangunan Integritas Kementerian Analisis Strategis BEM UNS 2021. Ia mengatakan, bahwa kegiatan nonton bersama tersebut menjadi ajang pergerakan dari para penonton khususnya dari mahasiswa terhadap isu KPK.
“Dengan kita nobar film di sini, berarti mengindikasikan bahwa pemuda pemudi indonesia masih peduli tentang isu pemberantasan korupsi di Indonesia,” ucapnya, Senin (7/6/2021).
Baca Juga: Mahasiswa UNS Gelar Aksi Selamatkan KPK
Tidak hanya nonton bersama, acara tersebut juga diisi dengan mereview film, diskusi, dan sharing pendapat dari para penonton. Film yang dikemas cukup apik ini mampu menggerakkan hati para penonton terkait pelemahan KPK di Indonesia.
Di akhir acara, Mochamad Rifqi berharap melalui film tentang KPK tersebut, dapat memberikan pemahaman bagi masyarakat tentang apa yang sebenarnya terjadi di Indonesia.
Rere, salah satu mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang ikut dalam acara tersebut, mengungkapkan pendapatnya mengenai beberapa kasus korupsi di Indonesia. Menurutnya, kondisi urgent seperti saat ini, perlu mengajak para mahasiswa untuk tidak tinggal diam. ia menyampaikan, bahwa KPK berakhir tetapi tidak dengan korupsi.
“Momen ini untuk menampar ideologi mahasiswa, peran kita sedang dipertanyakan,” tuturnya, Senin (7/6/2021).
Sementara itu, Muhammad Yanwar mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) juga ikut berpendapat terkait dengan adanya acara nobar tersebut. Menurutnya, sebagai seorang mahasiswa harus turut andil dalam perubahan menuju Indonesia yang lebih baik, seperti salah satunya mengikuti isu pergerakan kasus korupsi.
Selain itu, Yanwar juga menyampaikan apresiasinya kepada pihak Aliansi BEM se-Solo Raya yang telah mengadakan kegiatan nonton bareng. “Patut diapresiasi juga kepada BEM Solo Raya dan kru Watchdoc, karena dengan film ini mampu menyadarkan peran kita kepada negara Indonesia yang sedang tidak baik baik saja,” tambahnya, Selasa (8/6/2021).
Reporter : Aliffia Zahra
Editor : Mulyani Adi Astutiatmaja






