UMS, pabelan-online.com – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiah (PGMI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta menggelar diskusi online melalui grup WhatsApp pada Jumat, 5 Juni 2020. Diskusi online ini bertujuan untuk membahas segala hal yang berhubungan dengan kuliah online berdasarkan pandangan mahasiswa maupun dosen.
Dengan mengangkat tema “Kuliah Online: Peluang dan Tantangan”, diskusi online ini dimulai dengan pembahasan mengenai definisi dari kuliah online. Selain itu, juga terdapat penjelasan mengenai pandangan pakar terhadap internet karena kuliah online itu sendiri tidak jauh dari istilah internet.
Salah satu dosen IAIN Surakarta, Abd. Halim selaku pembicara menjelaskan mengenai hal yang berhubungan dengan kuliah online, seperti media yang biasa digunakan untuk kuliah online.
Ia juga menjelaskan, bahwa salah satu masalah yang sering dialami oleh dosen maupun mahasiswa selama kuliah online ini adalah cultural shock atau keterkejutan budaya karena dipaksa masuk ke budaya baru, sehingga harus ada penyesuaian. Menurutnya, bagi yang belum terbiasa akan merasa kaget, baik dosen maupun mahasiswa.
Baca Juga: Tindak Lanjuti Keputusan Rektorat, Aliansi 11 Fakultas UMS Adakan Diskusi Publik
Untuk kelebihan serta beberapa fase dalam kuliah online, Abd. Halim menyampaikan, bahwa kelebihannya adalah mengenai efisiensi waktu dan tempat, serta jangkauan pembelajaran yang lebih luas lewat Web seminar (Webinar). Ia mengatakan, menurut psikolog dalam sebuah penelitian, keaktifan mahasiswa dalam kuliah online ini semakin meningkat.
Abd. Halim juga menyampaikan refleksi tentang perkuliahan online ini. Ia mengatakan bahwa kuliah online yang dilakukan saat ini masih belum maksimal. “Tetapi jangan karena alasan belum maksimal itu kita menjadi apatis dan tidak mengambil manfaat sama sekali dalam kuliah online,” tambahnya, Jumat (5/6/2020).
Dihubungi pada kesempatan yang berbeda, salah satu peserta diskusi online, Olis Holisoh, salah satu mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung mengatakan, bahwa diskusi online ini berjalan dengan tertib sesuai aturan dan pembicara menyampaikan materinya dengan menarik.
“Menarik, karena membahas persoalan yang dialami sendiri, baik mahasiswa maupun dosen,” ujar Olis ketika dihubungi via WhatsApp oleh tim Pabelan Online, Sabtu (6/6/2020).
Reporter : Wahyu Agustina
Editor : Novali Panji Nugroho






