
UMS, Pabelan-online.com – Biaya remidial (Objective Structured Clinical Examination) OSCE Program Studi (Prodi) Keperawatan naik dari Rp 25.000 menjadi Rp 125.000 semenjak ujian akhir semester (UAS) gasal 2024/2025 lalu, karena banyaknya mahasiswa yang menyepelekan. Akibatnya, mahasiswa Keperawatan yang lain juga kena dampaknya.
Kepala Program Studi (Kaprodi) Keperawatan Arif Widodo mengatakan bahwa kenaikan biaya remedial OSCE dilakukan karena biaya remedial praktik yang sebelumnya terlalu jauh dibandingkan dengan remedial teori yang dihitung berdasarkan biaya satuan kredit semester (SKS). Selain itu, biaya yang lama dinilai terlalu murah, sehingga banyak mahasiswa yang menyepelekan ujian.
“Sebenarnya kata kuncinya pada menyepelekan itu, karena biaya remedialnya hanya 25.000,” ujarnya, Jumat (21/02/2025)
Kenaikan biaya remedial OSCE ini dialokasikan untuk bahan habis pakai seperti alkohol dan kain kasa serta untuk honor dosen penguji. Keputusan ini sudah berlaku sejak remedial ujian akhir semester ganjil 2024/2025. “Keputusan ini sudah disosialisasikan oleh Kepala Laboratorium kepada Ketua Kelas, Himpunan Mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa,” kata Arif.
Arif menyatakan bahwa banyaknya mahasiswa remedial akan membuat penguji kewalahan. Mengingat dosen juga punya kesibukan, kata Arif, remedial tertulis bisa selesai dalam dua atau tiga hari selesai, sedangkan remedial praktek lebih membutuhkan banyak waktu.
“Kalaupun dibilang naik drastis dari 25.000 jadi 125.000 itu, kan masih sepertiganya teori, lha monggo kalau akan disesuaikan dengan remedial teori ya segitu,” ujarnya.
Keputusan yang ditetapkan oleh Kaprodi, Sekretaris Prodi (Sekprodi), dan Kepala Laboratorium ini mendapatkan respons keberatan dari mahasiswa. “Iya, saya mendengar dari dosen bahwa ada beberapa mahasiswa yang keberatan,” tambahnya.
Saat dimintai keterangan lanjutan mengenai rincian dari kenaikan lima kali lipat biaya OSCE itu, Arif justru mengarahkan reporter Pabelan-online.com untuk bertanya pada Kepala Laboratorium Keperawatan Sulastri. Namun, sejak dihubungi pada hari Rabu, 19 Februari, Sulastri tidak merespons hingga Senin, 24 Februari 2025.
Salah satu mahasiswa dari Prodi Keperawatan yang tidak ingin disebutkan namanya menyebutkan bahwa naiknya biaya remedial OSCE dirasa terlalu memberatkan. Menurutnya, beberapa tindakan itu membutuhkan waktu yang lama, sehingga mahasiswa akan kehabisan waktu.
Dengan kata lain, jika kehabisan waktu, biasanya ujian akan gagal. Mau tak mau, dirinya harus remedi. Selain itu, setelah tindakan ada waktu dokumentasi (membuat laporan singkat mengenai tindakan yang dilakukan –red) yang juga dihitung Rp 125.000 itu terlalu memberatkan bagi mahasiswa.
Baginya, biaya remedial mencakup tindakan serta dokumentasi yang masing-masing dikenakan tarif, sehingga totalnya menjadi Rp 250.000. “Mungkin bisa diturunin sih harganya, karena memberatkan mahasiswa,” harapnya di akhir wawancara Rabu (19/02/2025)
Reporter: Aulia Diandra Putri
Editor: Muhammad Farhan
Ilustrasi: Syahda Ekayaniputri Anawarawati







