LPM Pabelan

Suasana kelas yang mahasiswa Prodi Manajemen yang berdesak-desakan bersama Dosen Kussudyarsana. Dok. Pribadi

Pabelan-online.com, UMS – Pembangunan Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) baru membuat mahasiswa terpaksa menempati ruang darurat di Gedung Pascasarjana. Keterbatasan kapasitas di ruang sementara itu memaksa dosen menerapkan skema perkuliahan hybrid, yang mengombinasikan sesi tatap muka dan daring secara bergantian.

Dosen Metode Penelitian Basis Manajemen, Kussudyarsana mengatakan sudah pernah menjelaskan mengenai jadwal kuliah kepada mahasiswanya. Hanya, ujarnya, masalahnya adalah jumlah mahasiswa yang tidak sesuai dengan daya tampung ruangan. 

“Misalkan, jumlah mahasiswa 50 lebih, daya tampungnya hanya 40 bahkan kurang dari itu. Terutama di ruangan 4.10 paling maksimal 40. Di luar itu saya membuat pengaturan agar semua bisa kuliah—offline dan online,” jelasnya pada Kamis, (11/9/2025).

Misalnya, pukul 12.30 adalah jatah kuliah untuk kelas A. Kemudian kelas B pada pukul 14.30, lalu akan dikombinasikan khusus di hari itu, hanya kelas A yang luring sementara yang lainnya daring. 

“Jadi modelnya hybrid dan selang seling. Kemudian minggu berikutnya kelas B yang offline kelas A online, sehingga semuanya mendapatkan kesempatan. Ada kesalahpahaman mahasiswa terkait pembagian,” kata Kussudyarsana.

Soal kelas yang dilakukan secara daring, perkuliahannya dilaksanakan di jam reguler, tetapi hanya digeser waktunya. Misalnya, jam ke-7, 8, 9 dan 10, 11, 12, maka yang masuk di jam ke-7-8-9 sebagian geser ke 10-11-12 agar semua mendapat ruangan.

“Misalkan jumlahnya 60, 30 mahasiswa di jam awal dan 30 lainnya di jam berikutnya,” tuturnya.

Mengenai jatah kuliah 25% daring dan 75% luring, Kussudyarsana mengatakan, skenario kuliah seperti itu hanya bersifat sementara. “Ketika gedungnya berpindah ke sana (gedung baru FEB – red),” ujarnya.

Gubernur BEM FEB Elsa Dodo Septiandi mengaku telah berupaya mendesak pihak dekanat dan rektorat, untuk mendapat transparansi pembangunan Gedung FEB baru dan kejelasan soal kapan gedung itu dapat digunakan. Namun, ia tidak mendapat jawaban yang memuaskan.

“Padahal yang paling krusial adalah pertanyaan saya soal timeline gedung kemudian fiksasi gedung ini bisa kita gunakan itu kapan? Struktur gedung yang seharusnya kita juga dilibatkan di situ karena kita nantinya bakal menggunakan, itu tidak ada dan tidak terjawab sama sekali,” ujar Elsa melalui WhatsApp, Selasa (16/9/2025).

Dua ekskavator tengah melakukan proses pembongkaran Gedung FEB lama di malam hari. Di belakangnya tampak Gedung FEB baru yang sedang hampir selesai dibangun. (17/9) Foto: Pabelan Online/Muhammad Farhan

Dekan FEB Muzakar Isa menyatakan, rektorat yang diwakili oleh Wakil Rektor (WR) 1 dan 2, beserta Dekan FEB, Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) dan juga Pascasarjana telah merembukkan ruangan untuk perkuliahan mahasiswa FEB.

Hasil perundingan itu, kata Isa, memutuskan ruangan Pascasarjana dan Profesi menjadi pilihan terbaik untuk menampung mahasiswa FEB. Keputusan ini diambil karena Gedung FEB baru masih dalam tahap pembangunan sehingga belum dapat digunakan.

“Ruang darurat yang dipilih oleh pak WR 2 adalah gedung pasca sarjana lantai 3 dan lantai 4 dan gedung profesi lantai 3 dan lantai 4,” ujarnya, Rabu (10/9/2025).

Skema ruang darurat ini, kata Isa, rencananya akan berlaku sampai tujuh pertemuan. Ia menargetkan, setelah UTS mahasiswa FEB akan menempati gedung yang baru. 

“Sehingga mahasiswa dapat menempati gedung yang layak, bagus dan terbaik di UMS saat ini,” tuturnya.

Ia juga membantah soal adanya Informasi kelas yang dibagi menjadi dua kelompok. Isa menegaskan pihaknya telah menyampaikan kepada dosen, stakeholder, dan mahasiswa bahwa kuliah FEB tetap daring dan tidak ada hybrid

“Dari dulu UMS menerapkan dalam 14 kali sesi. Kita bisa menyelenggarakan kuliah offline sebanyak 10 kali dan online 4 kali. Setiap dosen punya hak, dan boleh jadi karena satu hal seperti mahasiswa yang izin ke luar kota, aktivitas tertentu dan dosen bisa membuka perkuliahan hybrid,” kata Isa.

Menanggapi banyaknya keluhan mahasiswa, Isa mengatakan pihaknya sudah menyiapkan ke depannya FEB akan punya ruangan yang terbaik. Ia menyatakan sudah mengecek kapasitas ruangan yang akan ditempati, termasuk jumlah bangku yang diperlukan.

“Dalam keadaan darurat ini ada kekurangnyamanan kami mohon maaf,” ucapnya.

Wakil Rektor II Ihwan Susila tidak dapat diwawancarai pada Senin, 15 September 2025 karena sedang berhalangan. “Maaf saya sedang di Jakarta, acara dengan Kementerian Dikdasmen,” ujar Ihwan via WhatsApp, (15/9/2025)

Reporter: Muhammad Iqbal & Muhammad Farhan 

Editor: Aqill Adhitya

Also Read

Tinggalkan komentar