LPM Pabelan

UMS, pabelan-online.com – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mendapatkan peringatan penurunan akreditasi dari A menjadi C. Saat ini kampus tengah membentuk tim reakreditasi yang bekerja sama dengan seluruh pihak di ULM, untuk menyukseskan reakreditasi dalam waktu singkat.

Sejak 17 September 2024 lalu, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) memutuskan diturunkannya peringkat akreditasi ULM menjadi baik yang setara dengan akreditasi C. setelah memberikan keputusan tersebut, BAN-PT memberikan kesempatan ULM untuk melakukan reakreditasi ulang hingga 19 November 2024 mendatang.

Terkait hal itu, reporter pabelan-online.com berkesempatan menghubungi Iwan Alfani, Wakil Rektor bidang akademik sekaligus Ketua Tim Reakreditasi. Ia menjelaskan bahwa, pada tahun 2019 ULM telah terakreditasi A.

Namun, mulai Maret 2023 hingga 2024, ULM menjalani Pemantauan dan Evaluasi Peringkat Akreditasi (PEPA). Hasilnya menunjukkan bahwa nilai akreditasi sudah melampaui A.

Terkait skandal guru besar, turut menyebabkan penurunan akreditasi oleh BAN-PT. BAN-PT menilai ULM tidak melaksanakan dengan baik aspek-aspek yang berkaitan dengan kenaikan jabatan fungsional guru besar.

“Akibatnya, ULM mendapatkan sanksi, bukan hanya untuk guru besarnya, tetapi juga untuk universitas secara keseluruhan,” ungkapnya, Rabu (29/9/2024).

Namun, hingga saat ini BAN-PT belum memberikan Surat Keputusan (SK) resmi terkait penurunan akreditasi tersebut. Meskipun begitu, ULM telah menerima surat dari BAN-PT yang menyatakan bahwa status akreditasi turun menjadi C dan diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan, khususnya dalam proses kenaikan jabatan fungsional guru besar. Sementara itu, akreditasi A masih dapat digunakan untuk keperluan wisuda sebanyak dua kali.

Lebih lanjut, Iwan menjelaskan bahwa ULM telah melakukan berbagai upaya untuk reakreditasi, termasuk evaluasi menyeluruh terhadap seluruh kampus dan membentuk tim investigasi internal untuk menyelidiki kasus ini. Guru-guru besar yang telah lama berkecimpung di ULM juga terlibat dan diduga terkait dengan skandal mafia jurnal.

Tim reakreditasi terdiri dari lima kelompok kerja (Pokja), yaitu Pokja Laporan Evaluasi Diri, Tim Pendukung Data, Tim Pendukung IT, Tim Pendukung Keuangan, dan Tim Manajemen.

“Untuk mempersiapkan standar akreditasi, tim evaluasi diri akan menyiapkan Laporan Kinerja Perguruan Tinggi (LKPT) dan didukung oleh tim pendukung lainnya, seperti tim data, IT, keuangan, dan manajerial,” jelasnya.

Iwan menambahkan bahwa, mahasiswa turut dilibatkan dalam proses reakreditasi ini dengan mengumpulkan sebanyak mungkin data prestasi yang telah diraih, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional. Data tersebut nantinya akan dikumpulkan oleh tim pendukung data dari seluruh fakultas.

“Waktu yang kami miliki sangat singkat, tetapi kami akan mempersiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin,” pungkasnya.

Pada kesempatan lain, reporter pabelan-online.com juga mewawancarai salah satu mahasiswa ULM, Carollin Divae Anandha Nathali, dari Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan. Menurutnya, keputusan penurunan akreditasi ini membuatnya sedih dan kecewa terhadap kampus.

Divae juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait masa depan karir mahasiswa. Menurutnya, banyak mahasiswa yang khawatir kesulitan mencari pekerjaan akibat status akreditasi universitas yang menurun. Meskipun kemampuan dan pengalaman mahasiswa diakui, akreditasi universitas tetap menjadi syarat penting dalam dunia kerja.

Pihak kampus sendiri telah menghimbau para mahasiswa untuk tetap bersabar, namun mereka berharap masalah ini segera mendapatkan solusi yang memuaskan dalam waktu dekat.

“Kami sudah diminta untuk bersabar dan berdoa. Selain itu, kami juga mengajukan surat perjanjian sebagai upaya untuk mendapatkan keadilan demi masa depan ribuan mahasiswa,” ungkapnya, Selasa (08/10/2024).

Mahasiswa juga siap mendukung almamater mereka dengan mengumpulkan data prestasi yang diminta kampus, meskipun permasalahan ini tidak secara langsung melibatkan mahasiswa.

“Kami berharap masalah ini segera terselesaikan. Kami akan terus mendukung dan berdoa agar ULM bisa segera pulih,” harap Divae.

Reporter: Nurrahman Assa’adah

Editor: Ferisa Salwa Adhisti

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar