LPM Pabelan

UMS, pabelan-online.com – Berdasarkan jadwal agenda kalender akademik 2019/2020 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), pelaksanaan E-UTS (Ujian Tengah Semester) semester genap dimulai pada 6 April 2020. Namun, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) melaksanakan E-UTS pada 13 April 2020 karena ingin mempersiapkan teknis ujian yang lebih matang.

Menimbang keadaan saat ini dan menindaklanjuti edaran Maklumat Rektor No. 208/A.2-II/BR/III/2020 UMS  terkait pencegahan Corona Virus Disease-19 (Covid-19), seluruh kegiatan dilakukan lewat daring, termasuk pelaksanaan UTS karena keadaan belum membaik. Pelaksanaan E-UTS dilakukan dengan menggunakan salah satu aplikasi media pembelajaran online, yakni Schoology, Google Classroom, dan OpenLearning.

Dihubungi via Whatsapp oleh tim Pabelan Online, Dekan FIK, Mutalazimah mengungkapkan alasan diundurnya jadwal pelaksanaan E-UTS di FIK. Ia menuturkan, bahwa sebenarnya pelaksanaan ujian di FIK awalnya tetap mengikuti jadwal universitas, tetapi karena FIK merupakan fakultas di bidang kesehatan dan terdapat ujian praktikumnya, maka perlu persiapan secara matang yang memerlukan waktu lebih lama.

Dengan adanya persiapan yang lebih matang ini, pelaksanaan ujian FIK dapat berjalan dengan lancar. Mutalazimah menuturkan, adanya tenggang waktu selama satu minggu (6 sampai 12 April), pihak FIK justru dapat mengedepankan humanisme dengan menyiapkan video tutorial untuk mahasiswa, agar mahasiswa tidak bingung dan untuk menghindari kesalahan.

“Bagi kami melayani mahasiswa adalah hal terpenting, karena ini merupakan E-UTS pertama dengan kompleksitas 11 prodi di FIK, maka kami harus menjamin mahasiswa paham dulu teknisnya dan itu butuh persiapan panjang,” tuturnya, Kamis (16/4/2020).

Mengenai input nilai, Mutalazimah mengatakan jika hal tersebut dilakukan di akhir semester, sama seperti penginputan nilai UTS seperti biasanya, sehingga tidak ada input nilai serentak dan tidak ada istilah FIK terlambat dalam hal penginputan nilai UTS.

Baca Juga: Diskusi Daring: Bijak Dalam Bermedia Sosial Di Tengah Pandemi Covid-19

Di akhir wawancara, Mutalazimah mengaku jika tidak ada mahasiswa FIK yang menyampaikan aspirasi atau keluhan terkait perbedaan waktu dalam pelaksanaan E-UTS. Menurutnya, dengan perbedaan tersebut justru menguntungkan mahasiswa, karena memiliki waktu lebih banyak dalam mempersiapkan diri untuk ujian dan beradaptasi dengan aplikasi Schoology.

Pada kesempatan yang sama, salah satu mahasiswa Program Studi (Prodi) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) FIK, Yanuar Fajrul Falah mengatakan bahwa pelaksanaan E-UTS pada semester genap ini menjadi kali pertama dan memerlukan persiapan yang matang.

Ia mengaku, saat pelaksanaan ujian terdapat sedikit kendala ketika melakukan simulasi E-UTS, seperti kesulitan dalam presensi atau saat submit jawaban UTS. Menanggapi hal tersebut, pihak prodi melakukan simulasi E-UTS kembali, demi kelancaran pelaksanaan E-UTS.

“Dengan dua kali simulasi, Alhamdulillah mahasiswa lain, termasuk saya lancar dalam mengerjakan E-UTS tanpa kendala apapun. Dari sini dapat diambil hikmahnya, bahwa tidak mengapa E-UTS diundur demi kematangan persiapan teknis E-UTS,” ungkapnya saat dihubungi via Whatsapp oleh tim Pabelan Online, Kamis (16/4/2020).

Reporter              : Mulyani Adi Astutiatmaja

Editor                    : Rifqah

Also Read

Tinggalkan komentar