
Pabelan-online.com, UMS – Forum Muda Surakarta (FMS) menggelar diskusi publik mengenai unemployment dan waste management yang terjadi di Kota Surakarta pada Minggu, 17 Mei 2025 lalu di aula Gedung FMIPA UNS. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surakarta berharap agar kerjasama dengan PSEL di TPA Putri Cempo dapat menjadi solusi jangka panjang.
Dalam diskusi publik yang diselenggarakan Forum Muda Surakarta (FMS) pada Minggu, 17 Mei 2025 lalu di aula Gedung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surakarta. Acara itu mengundang sejumlah tokoh, termasuk Pemerintah, DPRD, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surakarta. Namun, saat acara usai, reporter gagal menemui mereka karena sejumlah dari mereka ternyata tidak hadir dan digantikan oleh perwakilannya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Surakarta Edy Suparmanto menjelaskan bahwa, seiring berjalannya waktu, kondisi pengelolaan sampah di Kota Surakarta kian membaik. Partisipasi aktif dan edukasi terhadap masyarakat memiliki peran penting untuk kebersihan kota dan lingkungan yang nyaman.
“Kota Surakarta sudah tidak lagi memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di tengah kota karena tersedianya tim kebersihan yang rutin membersihkan jalan dan area publik,” kata Edy melalui Whatsapp, Senin (26/05/2025).
Meski begitu, ia menambahkan bahwa pengelolaan sampah tidak sampai disitu saja. Menurut Edy, upaya kecil yang dilakukan masyarakat memiliki pengaruh besar bagi lingkungan sekitar.
Penerapan gaya hidup zero waste di zaman ini bisa dimulai dari tindakan kecil.
“Mengurangi sampah dari kegiatan sehari-hari, melakukan pemilahan sejak awal, hingga membuat pupuk kompos dari sampah organik dan mengumpulkan barang bekas yang masih bisa untuk dijual,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya telah menggalakkan program seperti Kampung Iklim dan Sekolah Adiwiyata sebagai bagian dari langkah edukasi masyarakat betapa pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.
Sebagai langkah perbaikan, kerjasama dengan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dalam pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo diharapkan dapat menjadi solusi dalam jangka panjang. Ia juga menyinggung soal kualitas udara dan kesehatan di sekitar TPA Putri Cempo yang perlu lebih diperhatikan agar tidak memberi dampak yang negatif bagi masyarakatnya.
“Kualitas udara dan kesehatan warga di kawasan TPA Putri Cempo perlu diperbaiki agar dampak negatifnya dapat diminimalisir,” ucap.
Odie Adelia sebagai warga asli Kota Surakarta sekaligus Duta Genre Karanganyar, berpendapat mengenai perlunya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam memastikan pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan. Peningkatan kesadaran masyarakat harus ada dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, seperti dengan menerapkan prinsip 3R yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle, misalnya dengan membawa tumbler minuman pribadi.
“Mesin robot pemilah sampah dan mesin penukar sampah menjadi uang bisa menjadi solusi di masa yang akan datang,” kata Adelia via WhatsApp, pada Rabu (21/05/2025).
Ia berharap agar di masa depan, generasi penerus bangsa mampu menciptakan inovasi teknologi yang berkelanjutan. Pemerintah perlu berkolaborasi dengan organisasi masyarakat dan anak muda untuk memperkuat edukasi pengolahan sampah yang bijak.
“Keberhasilan terselenggarakannya program bergantung pada komitmen semua pihak,” katanya dengan tegas.
Reporter: Shafira Rahmadani
Editor: Muhammad Farhan







