
UMS, Pabelan-online.com – Biro Kemahasiswaan belum menerima laporan adanya pemalsuan Surat Keterangan (SK) aktif organisasi Beasiswa Unggulan Muhammadiyah, Internasional, dan Tahfiz Al-Quran (BUMITA). Hingga kini, monitoring beasiswa dilakukan melalui jalinan Memorandum of Understanding (MoU).
Kepala Bagian Kaderisasi dan Dakwah Biro Kemahasiswaan Mahasri Shobahiya menjelaskan, bahwa sejauh ini dirinya secara pribadi belum pernah menerima laporan terkait penyalahgunaan beasiswa yang dikeluarkan oleh Biro Kemahasiswaan. Monitoring beasiswa sampai saat ini dilakukan salah satunya dengan pemantauan melalui MoU yang sudah terjalin.
“Kalau sepanjang yang kami lakukan di biro kemahasiswaan ini kami punya tugas untuk melakukan pembinaan pada mahasiswa yang sudah dinyatakan diterima sebagai mahasiswa penerima beasiswa UMS,” ujar Mahasri, Senin (10/03/2025).
Pada MoU sendiri terdapat poin-poin yang sudah disepakati, salah satunya yakni berkewajiban mengikuti Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) yang berbasis Organisasi Otonom (Ortom). Selanjutnya, keikutsertaan dan keaktifan mereka dapat dibuktikan melalui unggahan SK sebagai pimpinan serta SK aktif mengikuti kegiatan bagi yang hanya menjadi anggota.
“Terkait dengan organisasi itu wajib ikut sehingga harus mengunggah surat keterangan aktif, kalau ada yang memalsukan surat ya otomatis nanti kami panggil,” ujarnya dengan tegas.
Hanifah Kusuma Wardani, selaku Sekretaris Umum Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ahmad Dahlan UMS belum bisa memastikan kebenaran kasus soal manipulasi surat keterangan aktif di kepengurusannya itu. Namun, di sisi lain pengantisipasian penyalahgunaan surat keterangan aktif tersebut akan dilakukan olehnya beserta jajaran, seperti pencantuman indikator dikeluarkannya SK.
“Benar atau tidaknya ini masih dipastikan lagi, ya semoga saja ini hanya suuzan saya dan teman-teman saja, dan jika benar semoga selanjutnya tidak ada lagi yang melakukan,” ungkapnya, Kamis (13/03/2025).
Pada kesempatan lain, Annisa Yasfa Azzahra, selaku mahasiswa penerima beasiswa turut menyampaikan, bahwa pemalsuan SK aktif ini mungkin dianggap sebagai jalan pintas untuk mendapatkan dana dari beasiswa. Hal itu bisa terjadi karena kurangnya pengawasan dari pihak kampus terkait dengan pemalsuan surat tersebut.
“Semoga dari pihak kampus dapat menyeleksi penerima beasiswa lebih ketat lagi dan juga lebih mengontrol surat keaktifan agar tidak bisa dipalsukan,” harapnya, Selasa (11/03/2025).
Reporter: Flora_mg & Amara_mg
Editor: Alfin Nur Ridwan
Ilustrasi: Nadia_mg







Satu pemikiran pada “Dugaan Pemalsuan SK Aktif Organisasi untuk Beasiswa BUMITA”