UMS, pabelan-online.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Univeritas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghelat kegiatan bertajuk “Borong Buku Bray” (BBB) yang menyediakan berbagai macam buku untuk mahasiswa FIK. Dalam kegiatan BBB ini BEM FIK UMS bekerja sama dengan Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Kegiatan BBB ini merupakan bentuk dari keinginan BEM FIK untuk menambah relasi kerja sama dengan pihak luar, yakni Penerbit EGC. Selain itu, kegiatan ini juga dapat mempermudah mahasiswa FIK untuk mencari referensi buku sebagai penunjang mata kuliah.
Selaku Bendahara Umum BEM FIK, Ikha Widyastuti menjelaskan alasan BEM FIK bekerja sama dengan Penerbit EGC. Ia mengatakan, bahwa kebanyakan buku tambahan yang digunakan teman-teman (mahasiswa FIK –red) itu dari Penerbit EGC dan Penerbit EGC juga sudah bersedia untuk diajak kerja sama dengan BEM FIK.
Penerbit EGC sendiri menyediakan berbagai buku yang dibutuhkan oleh mahasiswa FIK, seperti buku keperawatan, buku kesehatan masyarakat, buku gizi, dan buku fisioterapi.
Kegiatan ini merupakan salah satu inovasi yang dilakukan oleh BEM FIK, karena tahun ini menjadi kali pertama BEM FIK mengadakan kegiatan BBB. Ikha mengungkapkan, jika respons mahasiswa FIK cukup baik.
Baca Juga: Logika Perusahaan di Perguruan Tinggi
“Meski saat ini masih sepi peminat, sudah ada beberapa mahasiswa yang menanyakan kepada kami terkait buku yang tercantum di katalog,” jelasnya, Jumat (18/9/2020).
Lebih lanjut lagi, Ikha berpendapat bahwa teknis dalam pembelian buku pada kegiatan ini cukup mudah. Katalog buku dapat diakses melalui link yang sudah disediakan, kemudian apabila sudah menemukan buku yang dicari, langkah selanjutnya ialah mengisi data diri melalui link yang tersedia. Tahap akhir, pembeli dapat membayar buku tersebut via transfer.
Dihubungi pada kesempatan yang berbeda, Aiyu Ahsinawati, salah satu mahasiswa FIK UMS berpendapat bahwa dengan adanya kegiatan BBB ini dapat dijadikan salah satu solusi terkait kurang efektifnya perkuliahan daring. Ia percaya, bahwa pihak BEM FIK telah memfilter buku-buku terbaik dan yang dibutuhkan oleh mahasiswa FIK.
“Sebagai mahasiswa FIK, mungkin kurangnya publikasi secara intensif menjadi penyebab kegiatan ini masih sepi peminat. Menurut saya, promosi bisa dilakukan secara kultural dengan menyebarkan informasi kepada teman via personal chat,” tambah Aiyu, Sabtu (19/9/2020).
Reporter : Wulan Adis Aranti
Editor : Novali Panji Nugroho






