LPM Pabelan

Reporter : Shella

UMS-Aturan Direktorat Perguruan Tinggi (Dikti) tentang rasio antara dosen dan mahasiswa 1:35 sampai 1:40 masih belum terealisasi dengan maksimal. Hal ini terbukti dengan masih kurangnya tenaga pendidik dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS.

Kepala program studi (Kaprodi) Akuntansi, Zulfikar mengatakan bahwa hal itu terjadi karena jumlah kuota mahasiswa tidak sesuai dengan jumlah dosen yang ada. Ini berdampak pada sulitnya pembagian kelas sesuai peraturan Dikti. Progdi Akuntansi sendiri sudah mendapat surat cinta (teguran-red) dari Dikti untuk segera mengtasi permasalahan ini. Namun nyatanya permasalahan rasio dosen dan mahasiswa Prodi Akuntansi masih belum bisa dilaksanakan. “Kalau sekarang kuotanya bisa sampai 1:115. Karena dosen tetap di akuntansi belum memadai” ungkap beliau (29/9/2015)

 Ia menambahkan pihak universitas mengupayakan adanya perekrutan dosen baru untuk Progdi Akuntansi. Rencananya lebih dari 20 dosen akan direkrut untuk Prodi tersebut guna melengkapi kekurangan jumlah yang masih tersisa. “Kekurangan dosen bisa diakibatkan karena dosen tetap yang bisa menjabat di tempat lain terkadang lebih mementingkan di profesinya yang lain tersebut.” tambah Zulfikar (29/9/2015)

 Banyaknua jumlah kuota mahasiswa per kelas menyebabkan sistem belajar mengajar kurang efektif. Hal ini  diungkapkan oleh salah seorang mahasiswa FEB, Naili Amalia  yang menganggap banyaknya mahasiswa dalam satu kelas menyebabkan menurunnya konsentrasi. Secara langsung mempengaruhi suasana perkuliahan menjadi tidak kondusif.

Ia juga menyampaikan kelemahan pihak universitas yang memperbolehkam kelas lain masuk ke kelas yang tidak terkait menyebabkan jumlah kursi yang penuh tak dihiraukan. “Seharusnya pembelajaran lebih efektif. Karena mahasiswa itu perlu pembelajaran yang berkualitas. Jadi dengan adanya perekrutan dosen baru sangat menguntungkan bagi mahasiswa”. harapnya (29/9/2015)

Editor : [PWDR]

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar