
Pabelan-online.com, UMS – Salah satu produk Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Pabelan, Pabelan TV merilis film pendek berjudul Geothermal pada Sabtu, 29 November 2025. Pemutaran film dokumenter tentang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Jenawi, lereng Lawu itu diselenggarakan di Lapangan Psikologi, Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Alasan Pabelan TV mengangkat topik ini adalah melihat adanya kemiripan pola dengan kasus yang sebelumnya terjadi di Pracimantoro, Wonogiri. Mulai dari tahap pengambilan gambar hingga proses penyuntingan, proses pembuatan liputan dokumenter ini memakan waktu sekitar satu bulan.
Menurut Redaktur Pelaksana Pabelan TV sekaligus Sutradara Geothermal, Ifan Maulana Anshori, proyek tersebut, nyatanya tidak sehijau yang dinarasikan. “Dampaknya justru merusak lahan petani dan berpotensi menimbulkan bencana alam,” kata Ifan tegas di depan para penonton, Sabtu (29/11/2025).
Dorongan untuk menggarap liputan ini, kata Ifan, muncul setelah ia mendengar langsung keresahan masyarakat soal ancaman proyek tersebut terhadap lahan dan kehidupan sehari-hari mereka. Hatinya tergerak setelah ia terjun meliput ke lapangan karena khawatir dengan adanya proyek Geothermal, sehingga merasa perlu untuk menyampaikan kegelisahan itu.
“Harapan saya, film ini bisa menjadi bahan edukasi bagi masyarakat. Kami juga berharap semakin banyak mahasiswa maupun organisasi kemahasiswaan yang bergerak mengawal isu ini,” tuturnya.
Aan selaku Ketua Korps Rakyat Penjaga Gunung Lawu, mengatakan penolakan warga terhadap proyek Geothermal sudah berlangsung sejak 2017. Beberapa kali, pihaknya berhasil menghentikan rencana pembangunan, termasuk ketika proyek hendak dipindah ke Jogoro-Jenawi.
“Penolakan warga 2017-2020 itu kuat dan membuat proyeknya batal,” ucap Aan di sesi diskusi, Sabtu (29/11/2025).
Namun, kembali munculnya isu dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu, ujarnya, harus diwaspadai karena berpotensi mengancam lingkungan dan situs penting di Jenawi.
“Harus kita antisipasi. Ini bukan soal pribadi, tapi panggilan hati menjaga Lawu,” ujarnya.
Aan juga mengapresiasi dukungan komunitas dan LPM Pabelan. “Terima kasih kepada semua yang membantu. Harapan saya, generasi muda terus melanjutkan perjuangan lewat narasi dan gerakan sosial,” ucapnya.
Salah satu perseta nobar, Intan mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Al-Quran dan Tafsir, menilai pemutaran film Geothermal menjadi sarana penting untuk mengenalkan dampak proyek PLTP kepada masyarakat, terutama risiko yang menurutnya dapat merugikan warga.
“Menurutku sisi ruginya lebih besar, makanya aku heran kenapa proyek seperti ini bisa disetujui. Masyarakat yang kurang paham ya mudah menerima saja kalau diberi iming-iming. Aku sendiri baru tahu setelah ikut nobar ini,” ujarnya, Sabtu, (29/11/2025).
Mahasiswa Prodi Keperawatan, Faizal Aulia Ramadhani menilai film Geothermal memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai dampak proyek PLTP yang sebelumnya ia yakini sebagai inovasi energi ramah lingkungan. Faizal berharap pemutaran film semacam ini dapat meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan dan dampaknya bagi masyarakat.
“Awalnya aku pikir proyek ini benar-benar solusi hijau, tapi ternyata realitanya berbeda. Dampak negatif ke masyarakat justru lebih besar,” tuturnya, Sabtu (29/11/2025).
Reporter: Arlinda Putri Kusumaningtyas
Editor: Muhammad Farhan







Satu pemikiran pada “LPM Pabelan Gelar Nobar Film tentang Proyek PLTP di Lawu berjudul “Geothermal””