UMS, pabelan-online.com — Sejumlah mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) menyampaikan keluhan terkait pengalihan perkuliahan tatap muka menjadi daring selama penyelenggaraan PIMNAS ke-37 pada 14-19 Oktober 2024. Keluhan tersebut menyangkut penyesuaian jadwal kuliah dan pemberian tugas tambahan selama berlangsungnya acara nasional tersebut.
Melansir dari akun Instagram @arekunair, terdapat unggahan mahasiswa UNAIR yang mengkritik kampus akibat penyelenggaraan PIMNAS ke-37. Dalam unggahan tersebut, beberapa mahasiswa menyampaikan UNAIR disterilkan untuk acara PIMNAS ke-37.
Salah satu komentar dari akun Instagram @johannes.sidabuntar juga menyebutkan bahwa acara PIMNAS ke-37 dan kegiatan perkuliahan bisa berjalan bersamaan tanpa ada yang dikorbankan. Menurutnya pihak UNAIR juga tidak meniadakan perkuliahan tatap muka karena ruang kelas digunakan untuk kegiatan PIMNAS ke-37.
“Padahal, jelas bahwa perkuliahan daring dilakukan pada saat pandemi, dan setelahnya, perkuliahan tatap muka lebih diutamakan karena semua kampus reguler pembelajarannya adalah tatap muka. Mohon jadi perhatian pihak kampus,” lanjutnya.
Kontroversi tidak hanya terjadi pada pelaksanaan perkuliahan daring, tetapi juga pada tugas yang dibebankan kepada mahasiswa terkait acara PIMNAS. Akun Instagram @p_mqdmz mengungkapkan adanya tugas tambahan untuk memeriahkan acara PIMNAS ke-37.
“Dan tiba-tiba ada tugas buat memeriahkan PIMNAS,” ungkapnya.
Keluhan terkait penugasan ini juga ramai dibicarakan di platform X, salah satunya diunggah oleh akun @BaseUnair_Fess.
“Wawa, semoga kamu dapat sanksi sosial deh, gara-gara kamu Unair jadi tidak kondusif dan chaos. Gara-gara kamu!!”
Dari pernyataan tersebut, seorang mahasiswa bernama Wawa tersebut, menjadi penyebab adanya tugas yang berkaitan dengan PIMNAS.
Dalam kolom komentar menfess tersebut, akun @arfandiqa turut menanggapi bahwa, Unit Pendidikan Kebangsaan dan Karakter (UPKK) yang seharusnya disalahkan. Hal itu dikarenakan UPKK yang memiliki hak untuk memberikan tugas dalam rangka memeriahkan PIMNAS ke-37.
“Salahkan itu UPKK yang punya hak untuk memberikan tugas memeriahkan PIMNAS. Iya, dia emang ngeselin dan tengil. Tapi dia nggak salah, karena nggak mungkin UPKK memberikan tugas hanya karena saran satu orang saja,” jelasnya.
Reporter pabelan-online.com telah berusaha menghubungi Wakil Rektor 1 UNAIR, namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada balasan. Menanggapi hal itu, reporter pabelan-online.com berhasil mewawancarai seorang mahasiswa UNAIR terkait permasalahan ini.
Salah satu mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UNAIR ikut menanggapi hal tersebut, bahwa pihak UNAIR maupun fakultas sudah memberikan himbauan terkait penggunaan beberapa ruangan di kampus C dan pengalihan perkuliahan secara daring sejak h-7 PIMNAS ke37 diadakan atau lebih tepatnya 29 september.
Perkuliahan online yang diadakan juga sudah sesuai dengan jadwal dan interaksi antara mahasiswa dan dosen juga baik dan aktif.
“Susahnya kalau ada yang kelas praktikum, apalagi kelas gizi, saintek lainnya itu kan pada praktikum butuh lab, nah itu harus reschedule di minggu-minggu sebelum atau selanjutnya, jadi lebih hectic,”
Namun ia juga menambahkan, bahwasanya ada beberapa pihak yang dirugikan. seperti mahasiswa yang memiliki program kerja (proker) dalam organisasi.
“Yang diadakan di salah satu gedung kampus C, yang jadwalnya barengan dengan Pimnas, akhirnya pindah ke kampus b dengan waktu persiapan yang sedikit mepet,”
Di samping itu, ia juga menyampaikan bahwa dengan adanya acara pimnas tersebut malah membuat fasilitas yang ada di kampus C direnovasi menjadi lebih baik. Dan menurutnya juga menguntungkan, karena ia juga bisa pulang kampung dan melaksanakan kuliah online di rumah.
Untuk ke depannya ia berharap kepada mahasiswa untuk menjaga fasilitasnya, dan untuk teman-teman yang ada praktikum hendaknya bisa di diskusikan dengan dosen jauh-jauh hari.
“Semoga perbaikan fasilitas selama menyambut PIMNAS ini ada perawatan khusus dari kampus dan dibangun parkiran yang lebih luas,”
Reporter: Karima Nur Fadila
Editor: Ferisa Salwa Adhisti







