UMS, Pabelan-online.com – Hujan lebat menyebabkan pohon yang belum dipangkas di area parkir Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ambruk menimpa sejumlah mobil mahasiswa pada 28 Februari 2025 lalu. Kejadian itu langsung diketahui oleh pihak FK karena berada di lokasi saat musibah terjadi.
Syabinna Azzahra Roselanie, selaku mahasiswa FK juga turut memberikan kesaksian mengenai kejadian tersebut. Meskipun tidak berada di lokasi saat pohon tumbang, ia melihat langsung kondisi pasca-kejadian. Ia menggambarkan bahwa beberapa mobil mengalami kerusakan cukup parah akibat tertimpa batang dan dahan pohon.
“Saat kejadian saya tidak berada di parkiran mobil, namun setelah badai reda saya hendak pulang dan melihat kondisi pohon yang tumbang serta mobil-mobil yang tertimpa,” ungkapnya, Jumat (07/03/2025).
Syabinna menyarankan sebaiknya pohon-pohon besar pada area kampus segera dipangkas secara berkala agar tidak mengganggu mobilisasi. Pemberitahuan informasi juga dapat dilakukan pihak fakultas jika cuaca hujan untuk melarang mahasiswa berparkir pada area bawah pohon. “Seharusnya ada kompensasi, jaminan atau bantuan bagi yang terdampak,” ucap Syabinna.
Reporter Pabelan-online.com sudah berupaya mengubungi Hasyim Asyari untuk dimintai keterangan tindak lanjutnya selaku Sarana dan Prasarana (Sapras) Biro Aset Umum BAU terhadap musibah ini. Namun, setelah dihubungi, Hasyim menolak ketika ingin di wawancara. “Tidak bersedia,” kata Hasyim pada Rabu (5/3/2025) lalu.
Atas saran dari Wakil Dekan I Ratih Pramuningtyas, reporter Pabelan-online.com pun mewawancarai Atik, selaku Kepala Tata Usaha (TU) FK UMS. Ia menyatakan bahwa pihaknya segera melaporkan kejadian tersebut kepada (BAU), yang memiliki wewenang dalam penanganan aset kampus.
Atik menegaskan bahwa koordinasi cepat ini dilakukan agar penanganan dapat berlangsung segera dan meminimalkan dampak lebih lanjut. “Kami langsung tahu karena ada di kampus ketika musibah terjadi. Laporan segera kami kirimkan ke BAU Universitas yang memiliki wewenang terkait hal ini,” ujarnya, Sabtu (15/03/2025).
Kejadian ini, kata Atik, merupakan musibah alam yang tidak dapat diprediksi. Meski demikian, fakultas secara rutin telah melaporkan kekhawatiran akan potensi pohon tumbang kepada pihak BAU, yang kemudian akan dilakukan pemangkasan berkala. “Fakultas secara rutin telah melaporkan jika ada kekhawatiran mengenai pohon yang berisiko tumbang saat hujan dan akan segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Pihak fakultas dan universitas telah menangani kejadian ini sesuai prosedur yang berlaku, termasuk mengerahkan alat berat untuk mengevakuasi pohon tumbang serta membersihkan ranting-ranting yang menghalangi jalan. Fakultas juga berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terdampak untuk memberikan bentuk simpati yang semestinya.
“Ranting-ranting yang menghalangi jalan akan segera disingkirkan sehingga jalanan kampus dapat dilewati dengan baik,” tambahnya.
Reporter : Sheila_Mg & Frida_Mg
Editor : Aulya Rahma Santi







