
Reporter : Ratih Kartika
Partai Sembilan Setengah (PSS) menjadi sorotan utama para panelis, pasalnya dalam menyampaikan pendapat terkait tema yang disebutkan tidak realistis dan relevan. Acara deklarasi damai di taman Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Senin (6/4).
Seorang panelis Al Ikhlas Kurnia dari Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia (PBSI), memberikan penilaiaannya terhadap penyampaian dari empat presiden partai. Ia lebih menyoroti tentang Partai Sembilan Setengah (PSS) yang kurang realistis dan relevan dalam menyampaikan pendapatnya mengenai tema yang telah disebutkan.“ini hanya ada satu ya di catatan saya,”ucapnya saat acara diskusi tanya jawab di taman FKIP, Senin (6/4)
Memberikan tanggapannya tentang penilaian panelis terhadap pendapatnya saat diskusi, Presiden Partai Sembilan Setengah (PSS), Anggun mengatakan bahwa menurutnya setelah kejadian interupsi Dekan FKIP pada acara, ada kesalahan komunikasi antara moderator dengan KPUM, jadi waktu yang diberikan padanya tidak jelas.“Itu hak panelis untuk menilai, tapi yang perlu ditekankan yaitu waktu yang diberikan moderator kepada saya kurang pas. Yang lain 15 menit, untuk saya tidak jelas,”tanggapnya saat diwawancarai wartawan Koran Pabelan di depan gedung BAA, Rabu (8/3).
Disisi lain, seorang mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Ismiyati Ragil Handayani, memberikan tanggapannya mengenai acara Deklarasi Damai yang tengah berlangsung. Ia mengaku tidak mengetahui acara yang tengah berlangsung.“Gak tahu malah soalnya kita dibelakang, jadi kita gak terlalu merhatiinnya,“Saat ditemui wartawan Koran Pabelan di tengah acara diskusi partai, Senin (6/4).
Editor : [PWDR]
Foto : Pradhita





