
Reporter : Ritmika Serenady & Ratih Kartika
UMS-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Milad ke 57 tahun pada Oktober 2015, Bambang Setiaji selaku Rektor berharap masyarakat semakin percaya kualitas kampus dan kinerja seluruh elemen di dalamnya.
Saat ditemui usai acara Jalan Sehat dan Bazar di Kampus Internasional, Jalan Radjiman, Minggu (10/4), Rektor UMS Bambang Setiaji menginginkan masyarakat semakin percaya terhadap kualitas kampus UMS. “Kami juga tidak main-main. Kami ingin membuktikan bahwa kampus kami ini bertanggung jawab,” ungkapnya. Bambang pun mengungkapkan, pihaknya akan membuktikan bahwa UMS bukanlah universitas yang sembarangan. Salah satu upayanya yaitu meminimalisir adanya jam perkuliahan yang kosong. Selain itu, pihaknya juga sedang menggodok konsep bimbingan skripsi guna membantu mahasiswa dalam mempercepat wisuda.
Semakin bertambahnya usia, semakin berliku pula jalan yang harus dilalui UMS. Salah satunya yaitu tuntutan dari pemerintah untuk memenuhi permintaan dosen tetap. Namun, UMS tetap akan menggunakan sistem part time, mengingat jumlah dosen yang belum mencapai 1000 orang. Selain itu, UMS juga telah menerapkan sistem gabungan antara teoritisi dan praktisi dalam kegiatan akademik selama bertahun-tahun. ”Itulah keunggulan swasta. Jadi, mahasiswa jangan hanya dijejali teori tok,” tambah Bambang.
Meskipun UMS merupakan universitas berbasis agama, namun agaknya UMS bersifat terbuka bagi siapa saja. Tentunya ada budaya-budaya yang harus tetap dijaga. Memperkenalkan Islam merupakan cita-cita terbesar UMS. Dengan begitu, UMS turut bekerja untuk memajukan bangsa, seperti tema yang diusung dalam peringatan ulang tahun UMS ke-57. “Jadi, misi kami mengantarkan generasi muda masuk dalam industrialisasi, tapi dengan tidak meninggalkan agama,” tutup Bambang.
Pengundian Doorprize
Kegiatan yang merupakan salah satu dari rangkaian acara peringatan Milad UMS tersebut diikuti oleh seluruh civitas akademika. Salah satunya yaitu Unit Kegiatan Mahasiswa (USF) yang berhasil memboyong hadiah utama, satu unit sepeda motor dari pengundian doorprize. Misbah Zainul Wahid, Ketua USF berharap agar UMS benar-benar bisa berperan dalam kemajuan bangsa. Prestasi demi prestasi yang didapatkan selama satu tahun terakhir merupakan hadiah berharga bagi UMS. “Ya semoga UMS semakin memahasiswa aja. Kalau pemerintah kan merakyat, nah kalo buat universitas berarti memahasiswa,” ungkapnya, Minggu (4/10).
Misbah juga mengungkapkan bahwa ia dan teman-temannya berusaha untuk membantu UMS dalam merealisasikan cita-citanya. Namun, pihak UMS juga harus memberikan dukungan berupa sarana dan prasarana dalam mendorong keikutsertaan mahasiswa tersebut. “Jadi nggak hanya dari UKM yang ikut memajukan, tapi dari UMS sendiri juga ada timbal balik buat UKM,” tambah Misbah.
Editor [MEU]





