LPM Pabelan

UMS, pabelan-online.com – Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Soelastri Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan konsultasi online secara gratis, dengan menerima keluhan pasien melalui Whatsapp dan Instagram. Hal tersebut dilakukan karena pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19) yang melanda Indonesia belum juga usai.

Guna tetap memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, sejak 1 April 2020 RSGM Soelastri mengadakan konsultasi online gratis yang dibuka setiap Senin hingga Sabtu, pukul 10.00-12.00 WIB. Hal itu juga didasari atas imbauan dari pemerintah untuk tetap di rumah saja dan menerapkan pola physical distancing.

Selaku Hubungan Masyarakat (Humas) dan Marketing RSGM Soelastri, Maksum Nur Fauzan mengungkapkan tujuan program tersebut ialah untuk membantu dan memberikan solusi bagi masyarakat mengenai kesehatan gigi dan mulut secara cepat dan aman. Ia mengatakan, bahwa konsultasi online ini dibuka untuk siapapun.

Di luar program konsultasi online ini, mahasiswa UMS akan mendapatkan potongan biaya setiap pemeriksaan di RSGM Soelastri dengan menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) UMS yang masih aktif.

Baca Juga: Empat Bekal Menjadi Seorang Jurnalis yang Andal

Untuk saat ini, keluhan pasien mengenai kesehatan gigi dan mulut hanya dapat disampaikan via pesan Whatsapp atau direct message di akun Instagram RSGM Soelastri. Maksum menambahkan, bahwa sejauh ini keluhan yang diterima sangat beragam dan sudah banyak diikuti oleh kalangan mahasiswa hingga masyarakat luas.

“Konsultasi lewat video sedang kami bahas dan akan segera dirilis,” ungkap Maksum kepada tim Pabelan Online lewat pesan Whatsapp, Senin (27/4/2020).

Dihubungi via Whatsapp, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UMS, Sinta Almanik menyatakan senang dengan adanya program tersebut. Menurutnya, konsultasi online ini dapat membantu masyarakat menghadapi keluhan yang dimiliki. Selain itu, dilakukannya konsultasi secara online tersebut dapat mencegah rantai penularan di tengah pandemi saat ini.

Lebih lanjut lagi, Sinta berpendapat bahwa meskipun dapat mempermudah, tidak menutup kemungkinan adanya kekurangan dalam pelayanan. Ia mengatakan, bahwa tidak semua keluhan pasien dapat diselesaikan secara daring. “Kalau daring, dokter hanya memberikan cara pengobatan yang sesuai keluhan, padahal ada kasus yang butuh penanganan langsung,” tambahnya, Senin (27/4/2020)

Reporter         : Aprilia Aryani Dewi K dan Lintang Ayu Amaranggani

Editor             : Novali Panji Nugroho

 

Also Read

Tinggalkan komentar