
Pabelan-online.com, UMS – Genangan air akibat kebocoran terjadi di Hall C Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) belum diperbaiki meski sudah lebih dari tiga pekan lalu. Pihak universitas bakal merenovasi pada musim kemarau mendatang.
Labitta Zahra selaku mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) mengaku melihat lantai Hall C yang terendam air saat hujan turun. Ia khawatir apabila ada mahasiswa yang terpeleset lantaran genangan air itu. Meski demikian, ia mengaku belum sempat mengadukannya ke pihak kampus.
“Menurut saya sih bisa jadi bahaya kalau beberapa orang yang tidak tahu ada genangan air bisa jadi terpeleset, atau mungkin karena jarang ada pembatasnya orang bisa asal lewat padahal sudah dibersihkan bapak OB (Office Boy -red)” ujar Zahra saat ditemui di Gedung FKIP, Sabtu (13/11/2015).
Mulyanto, Kepala Urusan (Kaur) Umum & Sarana dan Prasarana (sarpras) FKIP, mengaku telah mengetahui dan mengecek langsung penyebab kebocoran yang terjadi di Hall C. Hanya, kata Mulyanto, pihaknya tidak bisa memperbaiki langsung karena harus menunggu Biro Aset Universitas (BAU).
“Sudah dalam proses perbaikan tinggal menunggu dari pihak BAU Karena kalau tidak dari tenaga BAU itu tidak bisa,” ujarnya pada Jumat (14/11/2025).
Mulyanto menerangkan jika genangan air di Hall C terjadi karena efek pembangunan lift di FKIP. Adanya pemasangan paralon yang tidak sampai tanah menyebabkan luapan air dari lantai tiga dan empat membludak.
“Penyebabnya, akhirnya luapan dari lantai tiga dari sisi sayap selatan airnya sudah banyak, ditambah dari lantai empat jadinya lebih nambah meluber,” kata Mulyanto.

Kepala Sub Bidang Pengelolaan Sarpras UMS, Hasyim Asyari menambahkan, kebocoran di lantai dua Hall C terjadi karena pipa pembuangan Air Conditioner (AC) pecah. Masalah sama yang juga kerap terjadi di Gedung UMS lama karena, ujarnya, gedung lama tidak didesain menggunakan AC sehingga pemasangan pipa tidak di tempat yang semestinya.
“Ketika pipa ini lama-kelamaan keinjak dan akhirnya pecah, kalau tidak ketahuan, tidak ada yang melaporkan, airnya akan membanjiri lantai,” ujar Hasyim saat ditemui di Gedung Siti Walidah pada Sabtu (15/11/2025).
Hasyim mengaku baru mendapat laporan ihwal kebocoran itu tatkala reporter pabelan menghubunginya. Soal perbaikan atap FKIP, Hasyim merencanakan bakal merenovasi ketika memasuki musim kemarau. Nantinya, atap kayu yang telah rapuh akan diganti dengan rangka besi.
“Gedung C itu memang sudah mulai terjadi lendutan karena ternyata rangka kayunya sudah mulai dimakan rayap,” ungkap Hasyim.
Reporter: Sheila Regina Maharani
Editor: Nashiruddin Amin






