LPM Pabelan

Reporter : Mayaningtyas Esya Utami

UMS-Iswandaru Widyatmoko diundang sebagai pembicara dalam seminar yang diselenggarakan oleh Program Internasional di ruang seminar, lantai lima Fakultas Kedokteran kampus 4 UMS, Kamis (13/8). Selaku pembicara tunggal, Widyatmoko berbagi pengalamannya belajar dan bekerja di United Kingdom (UK).

Dalam seminar yang didatangi oleh mahasiswa dari berbagai macam program studi, pembicara yang merupakan lulusan Teknik Sipil ITB ini menyampaiakan banyak hal tentang pengalaman kuliah dan bekerja selama di UK.  Pria yang saat ini bekerja sebagai Technical Director AECOM di Nottingham, Britania Raya juga menyampaikan keuntungan apa saja yang didapat jika mahasiswa bisa melanjutkan studi ke Inggris.

“Diantara keuntungan yang didapatkan adalah kualitas pendidikan yang baik, peringkat universitas yang bisa bersaing dengan universitas yang ada di Amerika, program Master bisa ditempuh selama satu tahun saja kemudian untuk Bachelor bisa sampai tiga tahun, belajar bahasa Inggris dengan baik, fasilitas yang baik pun bisa didapatkan, kemudian salah satu keuntungannya adalah dekat dengan daratan Eropa, sehingga mahasiswa bisa sekaligus refreshing,” terangnya, Kamis (13/8).

Daru melanjutkan dengan sedikit bercerita mengenai jalan kehidupannya sampai memperoleh gelar S3 di UK. Awalnya Daru mengambil pendidikan Teknik Sipil di Institut Teknologi Bandung (ITB). Kemudian mengambil program Master di University of Bimingham. Program Bachelor (PhD) juga ia selesaikan di Sheffield Hallam University. Daru pun sempat menyampaikan pula bahwa hal yang harus diperhatikan jika ingin belajar maupun bekerja di luar negeri adalah pertama intinya penguasaan bahasa, kemudian budaya, kualifikasi dan personal development, karir, serta appraisal system.

Seorang peserta dari Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Kehatan (FIK), Hima mengapresiasi dengan diselenggarakannya seminar tersebut. Namun, ia pun sempat menyayangkan antusiasme audien yang kurang. “Sayang sekali kesempatan seperti ini kurang dimanfaatkan mahasiswa untuk menggali informasi tentang bagaiman studi di luar negeri maupun bagaimana jika kita ingin bekerja di luar negeri. Padahal kerja di luar negeri nggak seenak yang dibayangkan. Ya harapannya sih, acara seperti ini ada follow up nya, biar para pencari beasiswa bisa mendapatkan informasi yang diinginkan. Sama-sama saling membantu antara universitas dan mahasiswa,” tuturnya ditemui usai seminar, Kamis (13/8).

Editor : [PWDR]

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar