Pabelan-online.com, UMS — Jajaran petinggi Fakultas Psikologi dari dekan hingga dosen beramai-ramai mengadakan edutrip ke Malaysia pada 28–29 April 2025 lalu. Tak ada keterangan apa pun dari kegiatan tersebut.
Berdasarkan sepengetahuan Afifah Zahwa Salsabiila sebagai mahasiswa Prodi Psikologi, dosen-dosennya sedang melakukan kunjungan studi di Malaysia. Namun, ia tak tahu pasti kegiatan di sana karena ia hanya diberitahu lewat pesan siaran di grup WhatsApp.
“Kita cuma dapat BC (broadcast–red)-an kalau dosen‑dosen ini mau edutrip nih hari Senin sama Selasa,” ucapnya lewat pesan suara WhatsApp pada (2/5/2025).
Baginya, kegiatan itu jelas berdampak pada proses pembelajaran. Ia mengungkapkan bahwa di dua hari itu, memang diberitahu dan diminta menghubungi dosen jika tak kelas di jam itu. “Ada yang kelasnya diganti di hari kemudian, ada yang tetap dikasih tugas asinkron gitu, tapi untuk pertemuan, tidak ada,” kata Afifah menjelaskan.
Soal administrasi, ia kurang tahu pasti staf Tata Usaha (TU) telah mempersiapkan untuk acara tersebut. Hanya saja, ada satu hari yang terhambat saat ia mengajukan surat turun lapangan, dan mundur karena suatu hal. “Tapi sejauh ini aman,” ujarnya.
Afifah mengatakan, sebetulnya ia tak masalah dengan kegiatan itu. Mengingat ia juga meyakini bila dari fakultas pasti telah memiliki pertimbangan tersendiri untuk mengadakan edutrip. Ia juga menilai bila sebenarnya pihak fakultas sudah baik dalam mengomunikasikan kegiatan kelas saat acara edutrip itu berjalan, sehingga mahasiswa sudah mempersiapkannya dengan baik.
Namun, ia pribadi kurang suka ketika pemberitahuan itu disampaikan dalam bentuk chat WhatsApp saja. Sebab, baginya itu terkesan kurang formal dan banyak mahasiswa lain yang melewatkan informasi tersebut.
“Mungkin bisa dalam bentuk surat atau format lain yang lebih jelas dan gamblang, sehingga informasinya tidak bisa dimanipulasi dan tidak jadi simpang siur,” harap Afifah di akhir wawancara.
Demi memperoleh kejelasan tujuan ke Malaysia, ada tidaknya SK kegiatan, alasan tidak adanya pemberitahuan formal, jumlah dosen yang ikut, hingga mencakup rincian pembiayaan (apakah dari uang pribadi atau fakultas), kejelasan tanggung jawab pembelajaran selama kegiatan, serta pelayanan akademik TU, reporter pabelan-online.com telah berupaya menghubungi Dekan Fakultas Psikologi Taufiq Kasturi meski tidak direspons.
Saat didatangi hari Jumat tanggal 9 Mei di ruangannya, Gedung Fakultas Psikologi, ia menolak dengan alasan sibuk. Begitu pun dengan Wakil Dekan I Lusi Nuryanti, juga menolak diwawancarai. Setali tiga uang dengan yang lain, Sudinadji sebagai dosen yang tak ikut edutrip ke Malaysia justru menyarankan reporter untuk mewawancarai Dekan Fakultas Psikologi Taufiq Kasturi.
Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bunga Cinta Ari P. juga tidak merespons saat hendak dikonfirmasi via DM Instagram dan WhatsApp.
Catatan Redaksi: Berita ini mengalami perubahan pada Kamis, 22 Mei 2025.
Bahwasanya, Gubernur BEM Psikologi Bunga Cinta Ari hanya mengetahui sebatas adanya jajaran dosen melakukan edutrip di tanggal 28–29 April lalu. Informasi tersebut diumumkan melalui WhatsApp. Selain itu, ia juga membenarkan bahwa kantor Tata Usaha (TU) tutup di hari-hari tersebut.
Sudinadji sebagai dosen yang tak ikut edutrip ke Malaysia justru menyarankan reporter untuk mewawancarai Wakil Dekan (WD) 1, Ketua Program Studi (Kaprodi) S1/S2 atau Profesi.
Reporter: Titan Shania & Muhammad Farhan
Editor: Nashiruddin Amin







