LPM Pabelan

UMS, pabelan-online.com — Segenap elemen mahasiswa di Maluku berencana melakukan aksi penolakan terhadap rencana kunjungan Presiden Joko Widodo di akhir masa jabatannya. Rencana aksi penolakan tersebut akan dilakukan menyesuaikan dengan waktu kedatangan bapak nomor satu di Indonesia tersebut.

Melansir dari kabartimurnews.com, rencana kunjungan Presiden Joko Widodo alias Jokowi ke Maluku, dalam waktu dekat, dalam rangka “pamitan” diakhir masa tugasnya, bakal dihadang aksi penolakan oleh mahasiswa di Maluku.

Dalam laman website tersebut disebutkan bahwa, ancaman penolakan kedatangan bapak presiden tersebut disampaikan oleh Serikat Mahasiswa Maluku Bersatu (SMMB) pada hari Minggu, 29 September 2024. SMMB mengancam, akan melakukan aksi demo sebagai bentuk penolakan atas agenda kunjungan Presiden Jokowi di Maluku.

“Kami akan lakukan aksi penolakan terhadapan Presiden Jokowi di tanah Maluku ini,” tegas Derlen dalam rilisnya.

Dihubungi oleh reporter pabelan-online.com, Richards Solissa, mahasiswa pascasarjana Program Studi (Prodi) Administrasi Publik, Universitas Pattimura sekaligus salah satu dari tim teknis lapangan pada aksi tersebut menyebutkan bahwa, isu ini merupakan isu yang cukup seksi belakangan ini. Ia dan teman-temannya pun sudah melakukan kajian terkait dengan aksi ini.

“Terkait aksi penolakan kedatangan Jokowi ke maluku ini merupakan isu yang seksi dari beberapa hari kemarin,” tulisnya dalam pesan WhatsApp pada Selasa (08/09/2024).

Kedatangan Joko Widodo ke Maluku tersebut dirasa oleh Richards dan segenap elemen mahasiswa tidak membawa dampak berarti. Sedangkan, di sisi lain ia melihat persoalan kemiskinan dan sumber daya alam di Maluku masih belum dikelola oleh pemerintah.

Rencana aksi penolakan tersebut mendapatkan respon yang baik dan beragam dari berbagai elemen masyarakat khususnya mahasiswa. Organisasi mahasiswa tersebut seperti, OKP Cipayung plus di maluku; HMI, PMII, PMKRI, GMNI, GMKI, IMM, dan KAMMI.

“People Power sangatlah berguna untuk saat ini karena dapat membantu ketidakadilan social class,” jelas Richards.

Adapun alasan penolakan kedatangan presiden ke Maluku sendiri dipicu karena adanya janji dari pemerintah yang sampai saat ini belum ditepati. Janji tersebut berupa pembangunan Lumbung Ikan Nasional (LIN) dan Ambon New Port (ANP) yang telah dijanjikan sedari masa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurutnya, pemerintah pusat harus mendistribusikan pembangunan secara merata. Bagaimana keberpihakan pemerintah pusat untuk membantu Maluku keluar dari kemiskinan dan bagaimana Maluku diberikan keadilan dalam bentuk pengelolaan sumber daya alam.

“Janji presiden tentang Lumbung Ikan Nasional dan Ambon New Port, janji itu harus ditepati. Kami merasa Presiden Jokowi sudah menipu rakyat Maluku,” ujarnya.

Dalam wawancara, ia menjelaskan terkait dengan teknis lapangan yang akan dilancarkan ketika demonstrasi nanti berlangsung. Walau untuk kepastian waktunya belum ditentukan, Richards membeberkan bahwa nantinya demonstrasi akan dilakukan di ruas jalan Bandara Pattimura, Ambon.

Bentuk kekecewaan kepada pemerintahan Joko Widodo terhadap masyarakat Maluku itu jelasnya tidak hanya disuarakan melalui aksi yang nantinya akan berlangsung. Akan tetapi, penyuaraan terhadap kepentingan rakyat Maluku juga akan terus digencarkan melalui media sosial.

“Sebagai anak muda Maluku, harapan kami untuk pemerintah yang baru nanti kita berharap ada perhatian serius dari pemerintah pusat terkait pembangunan berkeadilan, khususnya infrastruktur dasar dan proyek strategis,” pungkasnya.

Reporter: Alfin Nur Ridhwan

Editor: Aulia Azzahra

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar