LPM Pabelan

Sebuah ekskavator terparkir usai setengah jalan membongkar selokan depan Griya Mahasiswa. (11/11) Foto: Muhammad Farhan

Pabelan-online.com, UMS – Pembongkaran selokan di depan area Griya Mahasiswa (GM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menimbulkan keluhan akses jalan di kalangan mahasiswa. Proyek tersebut bertujuan untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi di area parkiran belakangan ini.

Kepala Sub Bidang Pengelolaan Sarana & Prasarana UMS Hasyim Asyari menjelaskan, pembongkaran selokan di depan GM dilakukan karena posisi tanggul sebelah timur lebih tinggi daripada tanggul di sebelah barat. Hal itu menimbulkan seringnya terjadi banjir di wilayah parkiran ketika diguyur hujan deras. 

“Ketika level naik melebihi tanggul yang di barat, maka air malah justru masuk ke dalam area parkir,” ujar Hasyim saat ditemui di depan Griya Mahasiswa pada Kamis, (13/11/2025).

Hasyim mengaku kerap mendapati keluhan mahasiswa soal genangan di parkiran yang diunggah ke media sosial seperti Tiktok dengan narasi kurang baik. “Banyak kita jumpai yang di-upload di TikTok, sosial media, dengan kata-kata yang kurang baguslah,” imbuh Hasyim.

Ia juga membantah ihwal selokan yang sempat dicor kemudian dibongkar kembali. Dulunya, kondisi selokan itu memang ada sejak bangunan loket keuangan berdiri. Hal tersebut juga menyebabkan sedimentasi (pengendapan) pada saluran air sehingga sulit dibersihkan.

“Dulu itu, ini tuh ada bangunan, namanya loket keuangan. Nah, salurannya itu di bawah beton lantai satu,” ujarnya.

Ia juga menyinggung proyek pembangunan selanjutnya, yaitu pembuatan saluran air kecil di depan gedung Griya Mahasiswa (GM) untuk mengatasi volume air yang berlebih. Nantinya,  jalanan di depan Griya Mahasiswa akan digali pada Sabtu siang mendatang, lalu keesokan harinya akan dipasang U-ditch.

“Sehingga Senin-nya bisa digunakan. Tapi tidak menutup kemungkinan akan jadi pertanyaan mahasiswa,” ujar Hasyim menjelaskan. 

Salah satu mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi bernama Himawari mengaku merasa kesulitan saat melewati jalan yang kini menyempit dan harus mengantre untuk bisa melintas. Akses jalan yang dilaluinya menjadi terasa lebih kecil akibat adanya pembongkaran selokan.

“Itu kayak susah gitu loh, buat jalan. Jadi harus nunggu-nunggu yang lain,” keluh Himawari saat ditemui di lokasi pembongkaran, Kamis (13/11/2025).

Reporter: Aditya Purnama Putra

Editor: Nashiruddin Amin

Also Read

Tinggalkan komentar