LPM Pabelan

UMS, pabelan-online.com – Bidang Kerjasama dan Urusan Internasional (BKUI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan sosialisasi Kampus Merdeka melalui platform Zoom dan streaming Youtube channel international office UMS. Webinar tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor V dan seluruh mahasiswa UMS.

Supriyono selaku Wakil Rektor V memberikan sambutannya mengenai program Kampus Merdeka. Ia menyampaikan, bahwa Kampus Merdeka memberikan hal yang baru di bidang pendidikan seperti akreditasi program studi, kesempatan untuk mengambil dua semester di luar kampus bagi mahasiswa.

Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) membuka kesempatan untuk seluruh mahasiswa di Indonesia secara individu untuk mendaftar. Ia juga mengungkapkan bahwa Kampus Merdeka memiliki tujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa agar kedepannya dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan Kampus Merdeka ini mahasiswa dapat meningkatkan kompetensinya,” ungkapnya, Selasa (22/6/2021).

Munajat Tri Nugroho selaku pembicara dalam webinar, memberikan beberapa informasinya yang berkaitan dengan program Kampus Merdeka. Kampus Merdeka bertujuan agar mahasiswa memiliki kemampuan untuk menguasai berbagai ilmu yang berguna di dunia kerja kedepannya.

Bentuk dari kegiatan pembelajaran program Kampus Merdeka terdiri dari delapan bentuk yakni, pertukaran pelajar, magang, mengajar di sekolah, penelitian atau riset. Selain itu juga ada proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi independen, pembangunan desa atau Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT).

“Saya yakin bahwa dengan adanya Kampus Merdeka ini, mahasiswa mempunyai bekal skill yang akan berguna kedepannya,” ujarnya, Selasa (22/6/2021).

Munajat juga mengungkapkan bahwa saat ini Kemendikbud sudah membuka empat dari delapan program Kampus Merdeka, diantaranya adalah kampus mengajar di sekolah, studi independen, magang bersertifikat dan pertukaran pelajar. Dan disetiap program tersebut memiliki syarat dan ketentuan.

Salah satu syarat Kampus Mengajar adalah mahasiswa S1 minimal semester 5, IPK minimal 3, berasal dari perguruan tinggi di bawah koordinasi Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti). Mahasiswa juga harus menyiapkan dokumen ketika mengikuti Kampus Mengajar seperti surat rekomendasi dari dekan atau yang setara, pernyataan komitmen, surat izin orang tua, surat keterangan sehat, transkip nilai.

Manfaat yang didapatkan ketika mengikuti kampus mengajar antara lain: mendapatkan biaya hidup dan bantuan akomodasi, potongan UKT, konversi sks untuk memenuhi syarat gelar sarjana sekitar 20 sks, dan sertifikat peserta program Kampus Mengajar. Untuk pendaftaran kampus mengajar dimulai dari tanggal 15 sampai 30 juni 2021.

“Nantinya mahasiswa akan mendapat banyak manfaat ketika berkontribusi dalam kegiatan ini,” tuturnya, Selasa (22/6/2021).

Wanda Nurhidayah salah seorang mahasiswa yang mengikuti acara sosialisasi tersebut memberikan tanggapannya. Menurutnya acara tersebut sangat bermanfaat karena dapat memperoleh informasi mengenai program Kampus Merdeka yang belum pernah di dapatkan sebelumnya. Ia juga berharap bahwa acara ini akan berjalan dengan baik dan lancar serta terus memberikan informasi terkini mengenai program Kampus Merdeka.

“Dengan acara ini saya mendapat informasi yang berguna dan semoga kedepannya acara ini berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya, Selasa (22/6/2021).

 

Reporter         : Indah Mayangsari

Editor             : Alvanza Adikara Jagaddhita

Also Read

Tinggalkan komentar