LPM Pabelan

Ilustrasi: Pabelan Online/Syahda Ekayaniputri Anwarawati

UMS, Pabelan-online.com – Universitas Muhammadiyah Surakarta berhasil meraih dua penghargaan sekaligus pada ajang Indonesia Top Achievements Awards 2025. Gaya kepemimpinan Sofyan Anif menjadi sorotan dosen dan mahasiswa pada perolehan penghargaan tersebut.

Melansir dari news.ums.ac.id, pada Jumat, 14 Februari 2025 lalu, UMS berhasil mencetak dua penghargaan sekaligus. Penghargaan itu meliputi World-Class Indonesian Islamic University, dan Rektor UMS Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., sebagai penerima penghargaan dalam kategori Excellence in Leadership for Islamic University Advancement.

Penghargaan itu diinisiasi oleh metrotvnews.com yang bekerja sama dengan IDM dan Salutee, serta didukung oleh Metro TV dan Medcom sebagai media partner. Saat ditemui oleh reporter pabelan-online.com, Sofyan menyampaikan setidaknya ada lima indikator yang menjadikan UMS mendapatkan penghargaan kategori World-Class Indonesian Islamic University.

Semenjak Sofyan dilantik pada 2017 silam, ia telah membuat rancangan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Selaras dengan penghargaan Excellence in Leadership for Islamic University yang ia raih, menunjukkan sifat kepemimpinan yang bersifat transformasional bukan transaksional.

“Jadi saya melalui ini bisa mengayomi anggota-anggota saya, hubungan dengan mereka saya bangun melalui silaturahmi dan kami juga memberikan reward dan penghargaan kepada civitas academica UMS,” ucapnya pada Selasa (25/02/2025).

Nilai kepemimpinan yang telah ia sampaikan saat ini tidak luput untuk diturunkan kepada bawahan maupun pemimpin UMS selanjutnya. Menurutnya, nilai kepemimpinan yang telah ia sampaikan selama ini bisa menjadi contoh bagi pemimpin selanjutnya.

“Dan saya juga memberikan contoh supaya nanti para WR bisa melihat bagaimana memimpin,” kata Sofyan.

Ditemui pada kesempatan yang berbeda, Sekretaris Rektor Biro Rektorat Anam Sutopo menyampaikan rasa terkejutnya ketika UMS mendapatkan penghargaan tersebut. Ia tidak tahu menahu soal penghargaan apa yang diraih UMS ketika mendapatkan undangan.

Di bawah kepemimpinan Sofyan Anif, kata Anam, UMS diarahkan kepada perguruan tinggi berkelas dunia yang akan dicapai di tahun 2029. Menurutnya Sofyan Anif juga memberikan keleluasan bagi setiap wakil-wakilnya untuk berkreatif dan berinovasi di berbagai bidang.

“Saya melihat gaya kepemimpinan Sofyan ini adalah humanis demokratik, jadi pendekatan humanis dilakukan, tetapi berpegang teguh pada nilai-nilai demokratis. Tentu berbasis nilai-nilai islami dan kemuhamadiyahan,” ujar Anam, Jumat (21/02/2025).

Di sisi lain, Ahmad Farras Musayyaf selaku mahasiswa Program Studi Farmasi menyatakan, bahwa penghargaan yang didapatkan oleh UMS itu merupakan hal yang wajar. Hal itu tidak luput dari pencapaian UMS selama dipimpin oleh Sofyan Anif.

Berdasarkan kacamata akademik, Sofyan Anif memiliki banyak peningkatan diantaranya mendorong mahasiswanya untuk mengikuti ajang perlombaan tingkat nasional maupun internasional. Sementara itu, berdasarkan kacamata organisasi kemahasiswaan, menurutnya, aspek itu belum bisa dikatakan berjalan dengan baik.

Sebab, adanya beberapa lembaga yang belum bisa hidup kembali dari periode sebelumnya dan masih dalam tahap proses penghidupan kembali. Proses regenerasi tersebut juga dilihat dari sulitnya mencari sumber daya manusia (SDM) mahasiswa UMS saat ini.

Farras berharap, di masing-masing sektor nantinya terdapat sebuah inovasi dari rektor yang baru. Kemudian rektor itu tidak melihat atau menerima saran dari beberapa dosen ataupun beberapa karyawan saja. “Tetapi juga cobalah lihat bagaimana saran-saran dari mahasiswanya lewat tulisan-tulisan yang dibuat oleh mahasiswa,” harapnya, Selasa (25/02/2025).

Reporter: Nashiruddin Amin

Editor: Aulia Azzahra

Ilustrasi: Syahda Ekayaniputri Anwarawati

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar