LPM Pabelan

Bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Universitas Muhammadiyah Surakarta di Karangasem, Laweyan, Sukoharjo (04/10) Foto: Pabelan Online/ Mg. Fara Himatul Ahya

Pabelan-online.com, UMS – Di tengah berbagai kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menampilkan lambang UMS pada bangunannya. Keterlibatan UMS dengan Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan amanah dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Kepala Badan Pengembangan Usaha dan Investasi UMS Bambang Sumardjoko membenarkan adanya kerjasama antara UMS dengan BGN. Ia menyebut kerjasama ini dilaksanakan atas amanah dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. 

“Program Makan Bergizi Gratis ini kan salah satu program unggulan dari pemerintahan sekarang ya, dan untuk menunjang ketercapaian program itu kan kemudian pemerintah menggandeng mitra-mitra. Muhammadiyah kemudian digandeng oleh pemerintah untuk menyukseskan itu,” ujarnya saat ditemui di lokasi SPPG Karangasem pada Sabtu, (04/10/2025). 

Dalam kerjasama tersebut, Bambang menyebut pihak UMS hanya berperan sebagai penyedia lahan untuk SPPG. Terkait pengelolaan dan pendanaan, ujarnya, sepenuhnya menjadi tanggung jawab BGN. “UMS menyediakan tempat, semua duitnya dari BGN, kita UMS tidak mengeluarkan apapun,” ucapnya.

Peralatan memasak berjejeran di dalam bangunan SPPG UMS di Karangasem, Laweyan, Sukoharjo (04/10) Foto: Pabelan Online/ Mg. Fara Himatul Ahya.

Bambang juga menjelaskan bahwa dari kerjasama itu, UMS tidak mendapatkan keuntungan dan hanya berwenang mengusulkan personel untuk terlibat dalam program tersebut. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan BGN. “Mitra itu punya kesempatan untuk mengusulkan istilahnya. Bukan merekrut ya, mengusulkan personel-personel,” jawabnya.

Wakil Rektor II Bidang Keuangan, Investasi dan Aset UMS, Muhammad Da’i tidak membantah soal adanya titik-titik yang menjadi sumber masalah pada pelaksanaan program MBG. Namun, Da’i meyakini pihaknya bisa memperbaiki dan berusaha untuk memenuhi standar higienis itu. 

“Kemudian bagaimana nanti menghindari agar makanan tidak basi. Bagaimana kemudian pencucian untuk alat-alatnya. Bahkan kemarin isu terakhir terkait dengan ompreng yang halal atau tidak gitu, kita concern terhadap itu,” ujar Da’i saat ditemui di ruangannya, Selasa, (7/10/2025).

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMS Muhammad Naufal Fajar tidak merespons saat dimintai tanggapan via Whatsapp pada Minggu, (12/10/2025).

Reporter: Mg. Sherly Ayu Della Puspita & Mg. Fara Himatul Ahya

Editor: Hanifa Eka Rahmadani

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar