
UMS, Pabelan-Online.com – Rumah Sakit (RS) Al Quds yang berada di kota Aleppo, Suriah mendapat serangan udara pada Rabu (28/4/2016) malam waktu setempat, peristiwa tersebut memakan korban jiwa sebanyak 20 warga sipil. Menanggapi kejadian tersebut Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil (KMTS) menggalang dana untuk membantu para korban pada Kamis (12/5/2016) siang.
Tujuh mahasiswa KMTS menggalang dana di pertigaan lampu merah UMS dengan membawa kardus bertuliskan #SaveAleppo. Ketua panitia, Prabowo Andri Nugroho pun menyampaikan bahwa bantuan yang telah didapatkan akan langsung disalurkan ke Aleppo melalui Syam Organizer (SO). “Ini untuk awal kita ngadain dulu dari Teknik Sipil sendiri, untuk selanjutnya nanti bakal ada kerjasama dari BEM lain ataupun dari HMP-HMP,” kata Prabowo (12/5/2016)
Seorang pejalan kaki yang tak mau disebutkan identitasnya, ikut memberikan bantuannya pada warga Aleppo, Suriah. Ia berdoa agar warga Aleppo dapat hidup damai, tanpa adanya ketakutan akibat peristiwa itu lagi. “Hidup di dunia adalah sebuah perjuangan, tapi untuk menuju kesana semoga damai-damai aja. Kehidupan ini jalani sesuai dengan agama masing-masing,” jelasnya, Kamis (12/5/2016).
Peristiwa Aleppo, 28 April
Seperti yang dikutip detikcom, RS Al Quds dibantu oleh Medicins Sans Frontieres (MSF) merupakan pusat rujukan untuk perawatan spesialis anak di wilayah Aleppo. Namun, pada malam (28/4/2016) waktu setempat RS tersebut di bombardir oleh pesawat tempur rezim Suriah. Pada rekaman video yang dilakukan oleh kantor berita AFP menampakkan rumah sakit yang hancur akibat serangan tersebut.
Peristiwa tersebut menelan korban jiwa 20 orang warga sipil. Diantara korban tersebut seorang dokter gigi, kemudian sebuah keluarga yang terdiri dari lima orang, dua orang anak-anak, dan seorang dokter lainnya yang merupakan satu-satunya dokter spesialis anak di daerah tersebut. Kepala misi MSF di Suriah, Muskilda Zancada, mengecam keras apabila serangan tersebut menargetkan fasilitas medis.
Penulis: Reporter Ratih Kartika
Editor: Livia Purwati






