LPM Pabelan

UMS, pabelan-online.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) meluncurkan program Pertukaran Mahasiswa Merdeka pada Senin, 12 April 2021 lalu.  Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk membangun pemahaman para mahasiswa terhadap berbagai budaya di Tanah Air.

Peluncuran program Pertukaran Mahasiswa Merdeka tersebut disiarkan secara langsung melalui akun Youtube Kemendikbud RI pada Senin, 12 April 2021. Melalui program tersebut, mahasiswa akan ditempatkan ke kampus lain agar bisa mengenal seluk-beluk budaya di daerah tempat kampus tersebut.

Nizam, selaku Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikjen Dikti) Kemendikbud menyampaikan bahwa Pertukaran Mahasiswa Merdeka merupakan salah satu upaya untuk membangun pemahaman para mahasiswa untuk mengenal Indonesia secara lebih dalam. Mahasiswa dapat melihat budaya di pulau lain di Indonesia dan program tersebut akan menjadi sarana pertukaran budaya antarsuku atau antarpulau.

Program tersebut dapat diikuti oleh mahasiswa dari semester tiga hingga semester delapan. Melalui Program pertukaran mahasiswa, selain memberikan kesempatan selama satu semester untuk belajar di kampus lain, dalam program ini mahasiswa akan mengeksplorasi dan mempelajari keragaman nusantara dari berbagai daerah.

“Selama satu semester, adik-adik sekalian mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka tetap meningkatkan kompetensi keilmuannya,” tuturnya pada peluncuran program secara virtual, Senin (12/4/2021).

Pertukaran mahasiswa dilakukan selama satu semester, maka jika mahasiswa mengikuti program tersebut ia telah mengambil sebanyak 20 SKS. Perguruan tinggi wajib memberikan konversi dan pengakuan Sistem Kredit Semester (SKS) sebanyak 20 SKS bagi mahasiswa yang mengikuti program tersebut.

Pendaftaran bagi perguruan tinggi dan dosen akan berlangsung pada 19 hingga 28 April 2021. Sementara itu, pendaftaran bagi mahasiswa akan berlangsung pada bulan Juli 2021 mendatang. Untuk mendapatkan informasi lebih detail, mahasiswa dapat mengakses tautan http://bit.ly/PertukaranMahasiswaMerdeka.

Dalam siaran langsung tersebut, Nadiem Anwar Makarim, selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan bahwa pendidikan Indonesia bertanggung jawab untuk mencetak penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tapi juga memiliki sikap yang toleran. Sebagaimana pula tergambar pada profil pelajar Pancasila.

“Kami menghimbau ibu dan bapak pimpinan perguruan tinggi dan dosen untuk mendorong mahasiswanya mendaftar sebagai peserta program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, guna belajar keragaman kebudayaan Indonesia,” ujarnya, Senin (12/4/2021).

Ismail Alfarisi, salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta memberikan tanggapannya mengenai program tersebut. Ia mengatakan bahwa program pertukaran mahasiswa sangatlah efektif dan efisien untuk mahasiswa. Menurutnya, dengan mengikuti program ini mahasiswa dapat memperoleh ilmu dan wawasan dari daerah lain yang tidak didapatkan di kampus asal.

“Dilihat dari visionernya, kita akan melihat bagaimana mahasiswa bisa mengekspor di mana pun dan kapan pun sehingga tidak ada batasan lagi,” jelasnya, Senin (12/4/2021).

 

Reporter         : Kenia Eksidewi

Editor             : Mulyani Adi Astutiatmaja

Also Read

Tinggalkan komentar