
UMS, pabelan-online.com- Dalam upaya peningkatan pelayanan Sistem Terpadu Akademik Reguler (STAR) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Biro Administrasi Akademik (BAA) menciptakan aplikasi STAR berbasis android. Aplikasi ini masih dalam tahap pengenalan dan belum secara resmi dipublikasi. Meski begitu, kelak diharapkan mampu menjadi salah satu solusi dari permasalahan server down akibat banyaknya pengunjung web STAR UMS secara serempak.
Selaku pengurus Biro Administrasi Akademik UMS, Wuryanto menceritakan, dalam periode tertentu web STAR UMS mengalami server down akibat ledakan pengunjung. Seringkali pada saat mahasiswa melakukan pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) secara online dan saat ingin melihat Kartu Hasil Studi (KHS). “Pada saat dosen melakukan input nilai, bersamaan dengan itu web mendapat 20.000 hingga 33.000 pengunjung sekaligus. Akibatnya, web menjadi lamban, bahkan mengalami server down,” tuturnya ketika ditemui tim Pabelan Online, Jumat (22/02/2019).
Selain ledakan pengunjung, terkadang terjadi pemadaman listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Akibatnya, salah satu server sampai mengalami kerusakan. Masih diusahakan perbaikan hingga kini, namun terkendala oleh biaya perbaikan yang hampir setara dengan membeli server baru. Sesekali ada pula pihak tak bertanggungjawab yang mencoba merusak web STAR UMS.
Dari permasalahan tersebut melatarbelakangi diciptakannya aplikasi STAR berbasis android. Wuryanto pun menambahkan, alasan aplikasi STAR dibuat demi menunjang pelayanan terbaik serta efisien untuk civitas akademika UMS. “Sementara, aplikasi ini masih pada tahap pengenalan. Nanti seiring waktu berjalan akan terus kami perbaiki,” ujarnya.
Wuryanto berharap kedepannya aplikasi STAR berbasis android mampu dilakukan perbaikan sistem secara berkala. Tak lupa selalu mengikuti kebijakan-kebijakan dari pihak tertentu, salah satunya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Sehingga nantinya dapat menarik civitas akademika UMS agar menggunakan aplikasi tersebut. ”Semoga seluruh civitas kampus UMS bisa terlayani sebaik mungkin,” imbuh Wuryanto.
Sebagai salah satu mahasiswa UMS, Wahyu mengungkapkan, aplikasi STAR ini hanya dapat digunakan saat koneksi internet kuat. Namun dari segi penggunaan aplikasi tidaklah sulit. “Jika dibilang efektif dan praktis, saya rasa belum,” ungkapnya, Jumat (22/02/2019). Sedangkan untuk fitur tampilan aplikasi, menurutnya tidak ada perbedaan menonjol dengan web STAR UMS.
Hal senada disampaikan Septiana, mahasiswa dari program studi (prodi) Teknik Sipil UMS. Ia mengatakan bahwa aplikasi STAR UMS memerlukan kapasitas memori yang lumayan dan perlu penyesuaian lagi dengan beberapa merek ponsel. “Ada teman saya juga pakai tapi error. Sebelum launching sebaiknya dibenahi terlebih dahulu,” komentarnya, Sabtu (23/02/2019).
Reporter : Fajar Suryana & Ayu Isnaini
Editor : Annisavira Pratiwi





