Reporter: Nur Rizqi Febriandika
UMS, Pabelan-online.com — Berbeda dengan Bakti Sosial (Baksos) yang diadakan kebanyakan, IMM FKIP mengadakan inovasi yang cukup menarik dengan memberikannya kepada pegawai UMS, Rabu (25-09-2013).
Selaku ketua panitia, Indah Prihatin mengatakan bahwa acara tersebut bertujuan untuk menjalin silaturahmi dengan para pegawai UMS yang notabene menengah ke bawah; seperti tukang sapu, cleaning servis dan sebagainya. “Jadi pekerja-pekerja yang memiliki posisi tinggi seperti pegawai TU, penjaga perpus apalagi dosen jelas tidak akan dapat jatah,” ujarnya, Rabu (25-09-2013).
Lanjutnya, sembako yang didapatkan tersebut berasal dari barang-barang yang dikumpulkan maba ketika masa ta’aruf (masta). Menurutnya, para pegawai tersebut berhak menerima sembako mengingat kontribusi dan jerih payahnya selama ini merawat UMS. “Biasanya mereka adalah pekerja dari sebuah CV dan kebanyakan CV kurang begitu memperhatikan nasib pekerjanya,” ujarnya.
Walaupun demikian ia menambahkan akan tetap melakukan baksos ke desa-desa terpencil yang membutuhkan, layaknya komisariat yang lain. “Kami mengadakan baksos di dua tempat, di UMS dan di desa-desa yang membutuhkan,” ujarnya.
Purwadi, salah seorang pekerja yang ikut mendaptkan jatah sembako mengaku cukup senang. Menurutnya, ia tidak sebatas mendapatkan jatah sembako saja, melainkan juga mendapatkan ilmu dari acara tersebut. Kegiatan ini juga merekatkan hubungan antara mahasiswa dan petugas. “Yang jelas mendapatkan sembako bukanlah tujuan utama saya datang ke sini,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (25-09-2013).
Editor: MK






