
UMS, Pabelan-Online.com – Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) Serambi Al-Falah merupakan salah satu Program Kerja (Proker) Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HMP HES) bidang Dakwah Kemasyarakatan (DKM). Meskipun berada di lingkungan yang tidak didominasi oleh umat muslim, TPA yang terletak di Desa Purwogondo, Kartasura, Sukoharjo ini diharapkan dapat mencetak generasi Islami dengan menanamkan pemahaman keislaman pada anak.
Program mengajar TPA dilatarbelakangi oleh adanya keresahan dari internal HMP HES terutama di bidang dakwah, karena tidak adanya proker yang langsung terjun ke masyarakat. Program ini telah dicetuskan sejak dua tahun lalu atas usulan Huda, selaku Ketua Bidang DKM HMP HES 2016.
Saat akan ditemui tim Pabelan Online, Edwin, selaku Ketua Umum HMP HES berhalangan untuk memberikan penjelasan dan tanggapan megenai proker yang telah diagendakan bidang DKM. Maka dari itu, selaku Sekretaris Umum HMP HES, Dewi Permata Sari menjelaskan sejarah dan kegiatan rutin program mengajar TPA yang berada di daerah dengan tingkat pemahaman agama Islam rendah. Hal ini terjadi karena lingkungan TPA yang berada di wilayah mayoritas non-muslim.
“TPA Serambi Al-Falah mulainya dari 2 tahun lalu, Alhamdulillah anaknya sudah lumayan banyak, sekitar 20 siswa. Kita rutin mengajar setiap hari Senin, Selasa dan Rabu. Kegiatan inti tetap membaca iqra, hari Senin ada hafalan, Selasa ada siroh (Shirah Nabawiyah-red), Rabu setor hafalan,” jelasnya, Jumat (23/03/2018).
Baca Juga Pernak-pernik Kehidupan Gerakan Mahasiswa
Disinggung mengenai lingkungan sekitar TPA, Dewi menjelaskan bahwa memang di wilayah tersebut mayoritas agama yang dianut oleh masyarakat sekitar adalah non-muslim. Meskipun ada yang muslim, tetapi kultur Islam tidak ditemukan. Pemahaman Islam di sana masih rendah, pengaruh gereja masih ada hingga sekarang. Oleh karena itu tingkat kristenisasinya tinggi. Kendati demikian, Dewi mengaku hal tersebut tidak mengganggu keberlangsungan proses belajar mengajar di TPA. “Kalau jalan gitu kita saling tegur sapa, senyum gitu,” ungkapnya.
Terkait dengan tenaga pengajar, Dewi mengatakan semua berasal dari internal HMP HES. Bukan hanya dari DKM, melainkan seluruh internal dan terdapat pembagian tugas berdasarkan jadwal mengajar yang telah ditentukan. Dengan adanya TPA ini, HMP HES berharap dapat mencetak generasi Islami, dengan memberikan sedikit pemahaman Islam kepada anak-anak, memberikan bentuk pengajaran dalam hal-hal kecil terlebih dahulu, misalnya seperti adab makan.
Salah satu mahasiswa Program Studi (Progdi) HES, Alif Afif Huwaidi mengungkapkan dukungannya terhadap program ini. Ia berharap program ini dapat berjalan secara istiqamah dalam menyapaikan dakwah kepada masyarakat. “Bagus sih programnya, selain sebagai metode berdakwah kepada sesama muslim, ya. Nanti juga bisa menyebarluaskan Islam, siapa tahu juga nanti orang-orang kristen di sana bisa tahu akan kualitas Islam,” tanggapnya, Sabtu (24/03/2018).
Reporter : Mg_Anissavira, Mg_Pratama
Editor : Muh. Rizal Pahlevi
Baca Juga Dari UMM ke UMS, Fisioterapi Bawa Pulang Tiga Medali







