
UMS, Pabelan-Online.com – Komunitas Gerakan 1000 Biopori yang dinaungi oleh Badan Pusat Mitigasi Bencana (BPMB) Program Studi (Prodi) Pendidikan Geografi (PG) berencana membuat gerakan 1000 Biopori. Gerakan tersebut dilakukan untuk mencegah banjir di area kampus satu Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Selaku ketua, Nanda Khoirunisa mengemukakan bahwa berdirinya komunitas tersebut dilatarbelakangi adanya genangan air hujan yang hampir masuk gedung yang berada diantara gedung A dan B, parkiran basemen fakultas hukum yang mengalami banjir hingga selutut, dan kurangnya lahan resapan air di kampus satu. “Basemen kalau ujan deras pasti banjir, bahkan kabarnya kemarin itu selutut, lahan resapan kita di kampus satu kurang “ ungkapnya, Kamis (31/3/2016). Gerakan tersebut sudah ada pada tahun 2013, namun hilang tertimbun tanah karena tidak terawat. Dengan alasan tersebutlah, komunitas ini berencana akan membuat gerakan 1000 biopori di kampus satu.
Kegiatan tersebut kata Nanda, rencananya akan terealisasi pada bulan April sampai Mei. Dengan proses pengurusan perijinan pembukaan paving dan bantuan dana oleh Badan Administrasi Umum (BAU) sebagai langkah akhir. Hal tersebut, dikarenakan proses pembukaan paving yang membutuhkan dana cukup besar. “Kita udah bikin proposal ternyata dana yang kita butuhin itu nggak ada. Jadi selain perijinan pembukaan paving kita coba lagi minta bantuan untuk bantuan dana di BAU, kemarin kita minta ke fakultas ternyata fakultasnya nggak ada,” tuturnya.
Nanda mengungkapkan Gerakan 1000 Biopori dirasa sangat diperlukan. Keadaan kampus yang dapat dilihat mata telanjang saat hujan, memungkinkan Biopori cocok dipasang di kampus. “Biopori ini sebenarnya bukan buat kita, biopori bukan untuk komunitas biopori aja. Sebenarnya kampus ini butuh biopori, maksudnya memang yang lainnya nggak memperhatikan tapi saat terjadi hujan setiap bulan januari sampai februari pasti ada masalah,” ungkapnya.
Seorang mahasiswi, Nauva Rifqia mengapresiasi rencana tersebut untuk mencegah banjir yang akhir-akhir ini terjadi di kampus satu dan dapat memperlancar transportasi mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan. “Itu termasuk rencana yang baik untuk menanggulangi masalah banjir. Kalau seumpama musim penghujan banjir itu bisa menghambat transportasi mahasiswa untuk kegiatan perkuliahan juga,“ katanya, Sabtu (2/4/2016).
Penulis: Reporter Kurnia Siti Mahaniyah
Editor: Ratih Kartika






