LPM Pabelan

Foto: Pinterest dan Canva

Pabelan-online.com, UMS – Di saat banyak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di fakultas lain sudah menuntaskan proses regenerasi pemimpin baru, Keluarga Mahasiswa (Kama) Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) kini baru berencana menggelar Konferensi Mahasiswa (Konferma) di fakultasnya.

Wakil Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKI, Surya Agritama mengatakan, Jumat, 16 januari 2026 besok, pihaknya akan berkoordinasi lagi dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) FKI agar bergegas menggelar Konferensi Mahasiswa (Konferma). 

“Kita ingin memperkenalkan ke pemimpin ormawa yang baru bahwa masih ada tanggung jawab yang harus dilakukan, yaitu mengurus Konferma dan keberlanjutan dari Student Government. Karena banyak ormawa sudah pada reorganisasi” jelasnya saat ditemui di depan samping Hall Fakultas Hukum dan Ilmu Politik UMS, Senin (12/1/2026).

Surya menyebut, hal itu perlu disegerakan supaya Kama tidak mengulangi penyesuaian atau adaptasi seperti di periode lalu. Apabila Student Government ini tidak ada lagi, kata Surya, Kama harus beradaptasi kembali dengan ketiadaan Student Government. “Kita tidak mau menyulitkan itu,” ujarnya.

Penyebab Kama FKI tak kunjung menyelenggarakan Konferma, ujarnya, respons di grup WhatsApp Kama fakultas kala itu belum bisa dipastikan sebagai respons formalitas atau respons yang sesungguhnya. 

“Karena kami juga menunggu Kama menghubungi lagi, tapi kebetulan belum ada,” ucapnya.

Wakil Dekan III FKI bidang Kemahasiswaan Ahmada Auliya Rahman, mengaku sudah berkomunikasi dengan BEM FKI sejak bulan Oktober lalu. Namun, ia menyebut tak ingin terlalu banyak mengintervensi.

“Biar mengalir. Supaya tidak terlalu dioprak-oprak. Harapannya seperti itu. Istilahnya tidak menjadi akhirnya ditunjuk gitu,” katanya saat ditemui di Masjid Sudalmiyah Rais, Selasa (13/1/2026).

Perlu diketahui, pada 2023 lalu, gubernur BEM FKI sempat menghilang sampai akhirnya ditunjuklah seorang Pelaksana Tugas (Plt) meski akhirnya tidak bisa berjalan dengan maksimal. Hal itu kemudian berlanjut pada kekosongan kursi gubernur di tahun selanjutnya, dan di 2024, BEM FKI resmi divakumkan.

Berkaca dari kasus ini, Ahmada berharap, gubernur yang memimpin bukan hasil dari dorongan paksaan. “Harapannya yang terbaru ini ya itu, dari teman-teman tetap lanjut. Cuma saya belum tanya lagi, saya baru tanya itu dua atau tiga hari yang lalu,” ucapnya.

Reporter: Muhammad Farhan

Editor: Akmal Muhajir Rayadinata

Also Read

Tinggalkan komentar