LPM Pabelan

Ilustrasi: Syahda Ekayaniputri Anwarawati

UMS, Pabelan-online.com – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengeluhkan sulitnya mencari buku di UMS Store sejak awal semester genap 2024/2025. Terbatasnya stok buku menjadi penyebab utama permasalahan tersebut.

Terbatasnya stok buku di UMS Store mencakup buku wajib yang harus dimiliki oleh mahasiswa. Keterbatasan itu menghambat proses pembelajaran karena ada buku yang tidak bisa dimiliki oleh mahasiswa. Ketiadaan sejumlah buku wajib perkuliahan di UMS Store itu menyulitkan mahasiswa mengakses referensi yang dibutuhkan.

Mengenai keresahan tersebut, reporter Pabelan-online.com berhasil menemui Rosi Youdhari selaku bagian pengadaan buku. Menurut Rosi, keterbatasan stok buku kemungkinan terjadi karena adanya miskomunikasi antara dosen dengan percetakan.

Bookstore sendiri hanya sebagai penyalur distribusi buku. Soal ketersediaan buku, dosen yang akan melakukan konfirmasi ke percetakan lalu diberikan ke pihak UMS Store untuk didistribusikan. “Semisal di sini bukunya belum ada, kita juga konfirmasi ke percetakannya. Tapi kalau dari percetakannya itu belum kecetak atau belum ada konfirmasi dengan dosennya, kita nggak bisa andil lebih,” jelas Rosi, Senin (10/03/2025).

Perihal mahasiswa yang membutuhkan buku terbitan dari luar atau buku yang bukan terbitan dari kampus, pihak UMS Store dapat mengusahakannya dan mahasiswa dapat melakukan pemesanan kepada bookstore. Rosi menambahkan, pihaknya juga menerima kritik dan masukan dari mahasiswa melalui kotak saran yang tersedia.

“Saat ini kami menerima kritik dan masukan mahasiswa menggunakan kotak saran yang ada di depan rak. Nah, nanti mahasiswa bisa mencatat atau menulis di kertas lalu dimasukkan ke kotak saran tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Rivaie selaku mahasiswa UMS dan pengunjung UMS Store menyampaikan pada semester ini belum ada arahan dari dosen untuk mencari buku di sana. Namun pada awal semester satu hingga tiga, dosen selalu mengarahkan untuk mencari buku di UMS Store dan mahasiswa yang terlambat menukarkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) untuk mengambil buku di UMS Store akan kekurangan buku.

Ia menyarankan agar pihak UMS Store tidak hanya terpaku pada penukaran voucer, tetapi juga memperhatikan kelengkapan buku. “Saranku diperbanyak referensi dan variatif, serta memperhatikan apa yang ada dan tidak ada. Tidak hanya fokus di penukaran buku dan penukaran lain tapi juga terkait ketersediaan buku,” ungkapnya, Senin (10/03/2025).

Rivaie turut menyampaikan, sistem teknologi komputer di UMS Store dapat diperbarui ketika ada buku baru masuk. Ia juga berharap adanya fitur di media sosial dari UMS Store untuk mempermudah akses mahasiswa untuk sharing kebutuhan buku.

“Tetapi aku pinginnya UMS Store koridornya tetap di mata kuliah tidak ke yang lain,” kata Rivaie di akhir wawancara.

Reporter: Malfa_mg & Bunga_mg

Editor: Aulia Azzahra

Ilustrasi: Syahda Ekayaniputri Anwarawati

Also Read

Tinggalkan komentar