LPM Pabelan

Foto: Instagram @avilkom.id

Pabelan-online.com, UMS – Tiga mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom), Wahyu Adi Cahyono, Muhammad Angga Pratama, dan Alya Lutfiyyah Ramadhani berhasil meraih Juara 2 dalam Kompetisi Dokumenter Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). 

“Ada tiga orang. Ada mahasiswa ilmu komunikasi semester lima dan tujuh,” ujar Alya saat dimintai keterangan lewat WhatsApp pada, Jumat (9/1/2026). Mereka mengikuti Kompetisi Dokumenter Mahasiswa PTMA 2025 dengan tema “Jejak Sang Pencerah” yang diselenggarakan oleh Avilkom Indonesia bersama Tv Muhammadiyah (TVMU).

Alasan Alya memberi tajuk “Jejak Sang Pencerah di Surakarta” pada karyanya adalah kota itu memiliki posisi historis yang sangat penting dalam perkembangan awal Muhammadiyah. 

“Kota ini menjadi salah satu daerah awal penyebaran gagasan pembaruan Islam yang dibawa oleh KH. Ahmad Dahlan,” tuturnya.

Sebelum menggarap dokumenternya, mereka mencari informasi ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surakarta untuk menemui seseorang bisa dijadikan narasumber, Subari. Ia adalah mantan Ketua PDM Surakarta. “Tidak hanya wawancara, kami juga mendapatkan beberapa dokumen yang sangat berharga, tentang sertifikat diizinkannya oleh pihak Belanda untuk mendirikan Muhammadiyah Cabang Surakarta,” jelasnya.

Alya menyebut mereka mendapat dorongan dari Fakultas dan Prodi karena sebelumnya mereka pernah terlibat dalam pembuatan video akreditasi prodi. Ia juga berpesan kepada mahasiswa lain agar mencoba semua kesempatan selagi mampu.

“Apabila gagal, coba lagi. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama,” ujarnya.

Kaprodi Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi Sidiq Setyawan mengaku senang dan bangga dengan prestasi yang diperoleh Wahyu, Alya, dan Angga. “Kami mendukung seluruh mahasiswa untuk mau berproses mengikuti kompetisi baik dari sisi pendanaan hingga proses pendampingan lomba,” tuturnya saat diwawancarai lewat WhatsApp pada, Senin (9/1/2026).

Sidiq membenarkan ihwal dukungan prodi terhadap tim tersebut. Mulai dari pendanaan, penyediaan sarana, dan prasarana hingga pendampingan dosen. Menurut Sidiq, prestasi mahasiswa penting karena menyumbang indeks kinerja. 

“Harapan saya, mahasiswa lain jangan takut mencoba dan berani berkompetisi untuk menunjukan kompetisi di bidang apapun yang relevan dengan bidang ilmu Komunikasi,” harapnya.

Reporter: Aqnan Syandi Syahsena

Editor: Muhammad Farhan

Also Read

Tinggalkan komentar