
Mawar Tak Mekar Lagi
Merahmu kini hilang, manismu kini pudar
Tergantikan rupa hitam kelam tak rupawan
Dulu kau indah nan rupawan untuk menjadi sebuah perhiasan
Semenjak tangan-tangan besi datang tanpa sebuah undangan
Kau enggan untuk menampakkan senyum indahmu wahai kawan
Engkau mawar bukan sembarang tanaman
Bunga pelambang kasih sayang dan harapan
Nasibmu terjerembab dalam kehinaan, manusia berhati binatang
Dengan terang-terangan menjadikanmu musuh dalam kehidupan
Maafkan aku wahai kawan, ketika senyumku semakin mengembang
Kala dirimu dalam kesusahan dan dalam penindasan
Tapir Tak Henti Menangis
Tempatmu beda dengan tempatku
Rindangnya hutanmu, beda dengan tandusnya kotaku
Asrinya rumahmu, berbeda dengan polusi bak makananku
Namun kini kita sama
Hutanmu menjadi hilang, tergantikan bangunan pemuas nafsu manusia berwatak binatang
Kini kita sama, sama-sama dalam kesusahan
Susah untuk mendapatkan ketenangan dan kenyamanan dalam mengarungi kehidupan
Asrinya rumahmu, membawa ketenangan jiwaku
Hilangnya rindang hutanmu, membuatku semakin sedih dan merana melihatmu
Kawan-kawanmu semakin tak terarah, kami yang dahulu bersahabat
Karena tingkah kejahatan kawan-kawan kami kini
Kalian anggap kami adalah musuh yang merugikan kehidupan kalian
Penulis: Ahmad Hafiz Imaddudien






