LPM Pabelan

Sampul buku Dua Sejiwa

Konon, anak kembar tak identik  harus dinikahkan supaya terhindar dari kesialan dan malapetaka yang akan menyulitkan hidup mereka. Tradisi ini mengakar pada keluarga Rukmini. Ketika ia hamil sepasang anak kembar tak identik, satu-satunya hal yang terpikir di benak Rukmini dan suaminya, Basuki adalah bagaimana cara menyelamatkan buah hati mereka dari tradisi pernikahan antar saudara. Keterpaksaan membawa mereka pada keputusan untuk “membuang” kedua anak mereka secara terpisah di gerbong kereta. 

Takdir membawa kedua anak kembar itu dalam situasi yang berkebalikan. Seperti halnya cermin, Tera, si bayi perempuan, hidup dengan mujur bersama sepasang politisi dan pebisnis paling kaya di Surabaya. Sedangkan Byan, si bayi laki-laki, hidup penuh kemalangan di Yogyakarta bersama janda sebatang kara. Mereka disebut sebagai kembar cermin yang (konon) dapat mendatangkan keberuntungan tiada tara jika dinikahkan. 

Kehidupan terus berjalan, lebih dari dua puluh tahun mereka menjalani kehidupan masing-masing dengan kemujuran dan kemalangannya. Lalu malam itu pun tiba. Mereka menemukan sebuah fakta yang mengantarkan pada petualangan panjang mencari keberadaan kedua orang tua kandung. 

Ditemani bersama kekasihnya, Tera memulai petualangan dengan memecahkan teka-teki dalam surat peninggalan orang tuanya. Byan, yang ditemani sahabatnya memulai petualangannya dari Yogyakarta ke Stasiun Kutoarjo—tempat di mana ia ditemukan pertama kali. 

Petualangan mereka tidaklah mudah. Berbagai rintangan yang aneh bin ajaib mereka hadapi, mulai dari mobil yang mogok hingga tersesat di desa antah berantah dengan peraturan keras yang melarang pendatangnya untuk berbicara, bertindak, dan berpikir hal negatif. Suasana menjadi semakin mencekam ketika semua akses keluar dari desa seperti tertutup rapat. Bagian ini menjadi plot paling menegangkan sekaligus mengesankan melihat bagaimana tokoh utama berhasil menamatkan game kehilangan arah ini dengan begitu baik. 

Perjalanan bertemu dengan orang tua kandung mereka terus berlanjut. Terpisah dengan jarak yang jauh membuat pembaca bertanya-tanya: benang merah apa yang akan mempertemukan kedua saudara ini?

Belum lagi, obsesi aneh pemercaya tradisi yang ingin memanfaatkan kekuatan kembar langka ini hingga tak segan untuk menghalalkan segala cara, makin menambah ketegangan pembaca. Di akhir cerita, pembaca disuguhkan dengan twist yang tak terduga. Ada mastermind lain yang kemunculannya menjadi kejutan.

Novel thriller psikologi-spiritual karya Hyu ini membawa pembaca pada plot yang menegangkan dan sulit ditebak. Novel ini membawa rasa hangat cinta antar keluarga yang dibalut dengan cerita misteri. Kedekatan antara Tera dan Byan sebagai anak yang digadang-gadangkan menjadi kembar pengantin tidaklah janggal, justru sangat hangat. 

Penulis berhasil menceritakan gejolak batin yang dialami anak kembar dengan sangat pas sehingga membawa pembaca merasakan bagaimana teori quantum entanglement bekerja. Dalam buku ini dijelaskan bahwa quantum entanglement adalah fenomena fisik dalam Ilmu Fisika Kuantum yang menjelaskan adanya interaksi antara dua partikel atau lebih meski dipisahkan dalam jarak yang sangat jauh. 

Novel ini cocok dibaca untuk orang yang ingin merasakan cerita psikologi-spiritual ringan dengan plot twist yang sulit ditebak. Sayangnya, ada beberapa bagian yang terasa seperti plot hole. Ketika Bu Ade, saudara ipar Rukmini, dirawat di rumah sakit jiwa yang tidak diawasi saat meminum obat, justru dapat dengan mudahnya diperbolehkan pulang ke rumah. 

Planning perawatan Bu Ade di rumah sakit tentu tidak semudah mengupas kulit pisang. Ketidakpatuhan Bu Ade ini tentu memunculkan diagnosis baru yang memperlama proses penyembuhannya, sehingga kemudahan Bu Ade untuk pulang dari rumah sakit terasa janggal. Lalu, ditambah dengan set kamar Bu Ade yang terspesialisasi sungguh tidak realistis untuk proses penyembuhan kejiwaannya. Meskipun begitu, hal ini tidak mengubah plot menakjubkan yang dibawa oleh penulis dalam setiap adegannya. 

Penulis: Hanifa Eka Rahmadani

Also Read

Tinggalkan komentar