LPM Pabelan

Simfoni Emansipasi

 

Dari lubuk hati dan pemikiran seorang putri

Nan berparas cantik dan lembut hati

Yang mampu mengubah tatanan negeri

Menjadikan perempuan sepadan dengan laki-laki

 

Dengan beribu derai air mata dan sayatan

Berjuang dari perjodohan yang tak pernah diinginkan

Lalu jatuh dengan adat dan tradisi yang mengikat

Namun, hati dan tekat tak akan pernah sekarat

 

Saat semua sudah lelah dengan keadaan yang membuat lara

Keadaan yang menjadikan wanita tak mampu berkata

Keadaan di mana semua hak diambil dan dirampas begitu saja

Di saat itulah salah satu dari kami maju dan ambil posisi

 

Berkata bahwa perempuan bukahlah makhluk lemah

Emansipasi bukanlah omong kosong semata

Perempuan bukanlah makhluk yang haknya bisa diambil begitu saja

Perempuan bisa bersekolah dan bekerja selayaknya pria

Dan perempuan memiliki derajat yang sama.

 

Lembaran Kertas untuk Dunia

 

Lembar demi lembar kertas berhamburan

Pesan oleh jemari mungil seorang perempuan

Menanti jawaban dari setiap pena yang digoreskan

Asa, rasa, dan kecewa yang menghiasi goresan

Menambah warna dari setiap pesan yang tesiratkan

 

Jauh melangkah dari setiap kegelisahan

Berharap ada sebuah keajaiban datang dan berkawan

Menghanguskan perbedaan yang amat merugikan

Dari setiap cita perempuan yang selalu direndahkan

 

Apa salahnya menjadi perempuan?

Walau tak pandai urusan berperang

Namun, perempuan pandai dalam banyak bidang

Memiliki hati nan lembut dan penuh kasih sayang

 

Kuharap, dunia segera menjawab semua pesan yang ada

Dan tak merendahkan cita yang perempuan damba

Tak hanya menganggap perempuan hanya bisa urusan rumah tangga

Tapi Juga bisa mendapatkan pendidikan yang layak seperti pria

 

Penulis            : Lutfiana Maghfirotul Izza

Mahasiswa Fakultas Matematika dan IPA Universitas Negeri Semarang

 

Editor             : Mulyani Adi Astutiatmaja

Baca Juga: Rasa yang Terdalam

Also Read

Tinggalkan komentar