
UMS, pabelan-online.com – Jumlah tenaga pengajar di Fakultas Farmasi (FF) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang masih relatif sedikit menjadi ancaman serius bagi kegiatan belajar mengajar (KBM) di FF.
Menurut Azis Saifudin selaku Dekan FF, kekurangan tenaga pengajar telah dirasakan sejak lima tahun yang lalu. Fakta di lapangan menyebutkan, hanya sekitar 26 dosen aktif yang berada di FF. Padahal idealnya, jumlah dosen per fakultas berjumlah 40 orang.
Ia tak menampik bahwa satu orang dosen bahkan dituntut mampu mengampu beberapa mata kuliah yang bukan bidangnya. “Kalau di kampus swasta hal tersebut lazim terjadi,” tutur Azis, Rabu (20/03/2019).
Saat ini solusi yang terpikirkan hanya sebatas pengusulan ke pihak rektorat untuk menambah jumlah dosen. Namun Azis mengakui, penambahan dosen hingga saat ini masih belum terlaksana.
Baca Juga: Pelantikan Enam Ormawa FAI, LPPIK Paparkan Kepemimpinan
Ia mencemaskan, FF UMS sendiri pun belum memiliki dosen yang bergelar profesor hingga saat ini. Mahasiswa diharapkan lebih aktif ikut memberi masukan yang bermutu kepada rektorat melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di tingkat fakultas maupun tingkat universitas. “Ke depannya, karya ilmiah-lah yang akan menjadi indikator keunggulan suatu universitas, dan itu tidak lepas dari jumlah dosen yang berkualitas dan memadai,” imbuhnya.
Sementara itu, Dedi Kurniawan, salah seorang mahasiswa FF beranggapan bahwa proses belajar mengajar di FF sendiri tidak ada kendala yang serius. “Nggak terganggu dengan jumlah tenaga pengajar di FF,” ungkap Dedi pada tim Pabelan Online, Rabu (20/03/2019). Ia hanya mengeluhkan, ketika ada pergantian jadwal terkadang bentrok dengan jadwal mata kuliah lainnya.
Reporter : Naufal Abdurrahman Musa
Editor : Rifqah






