LPM Pabelan


Reporter: Sri Purwati dan Muhammad Kahfi

UMS, Pabelan-online.com — Dalam rangka mensuseskan pemerintah indonesia dalam program soft diplomasy yakni bertujuan untuk memperkenalkan bahasa indonesia dan budaya indonesia ke dunia. UMS mendapatkan kesempatan besar dalam menjadi agent dalam penerimaan mahasiswa luar negeri tersebut.

Seperti yang diungkapkan dosen FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) progdi Bahasa Inggris sekaligus Anggota KUI (Urusan Internasional) bidang BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing), Endang Fauziati bahwa UMS berperan sebagai agent dalam penerimaan mahasiswa luar negeri tersebut. Seperti saat pengenalan mahasiswa luar negeri tersebut di LPM Pabelan,(rabu,30/10) ada sejumlah mahasiwa yang berada disana antara lain dari negara thailand, china, madagaskar, rumania, mesir dan cheko slovakia.”Mereka sudah 1 bulan berada di indonesia,”ungkapnya,rabu,(30/10).

Endang juga mengatakan jika program ini terbagi atas 3 bagian yakni Darmasiswa (Beasiswa bahasa indonesia dan budaya indonesia selama 1 tahun), KNB(Kerjasama Negara Berkembang) dan SEMA (Pengiriman guru bahasa indonesia ke luar negeri). Untuk tahun pertama telah diikuti oleh 3 mahasiswa luar dan untuk tahun kedua ini telah diikuti oleh 8 orang mahasiswa.”Mahasiswa luar negeri tersebut baru dikenalkan ke PESMA UMS dan UKM Universitas,”tuturnya.

Program ini memiliki beberapa tujuan antara lain agar negara indonesia bisa lebih dikenal di dunia bahkan pandangan dunia terhadap indonesia akan menjadi berbeda. Endang berharap melalui program  tersebut mahasiswa luar negeri tersebut bisa berbahasa indonesia dengan baik dan benar, jika kembali ke negara masing-masing bisa menjadi juru bicara di negara asal dan harapan terbesar kelak bahasa indonesia bisa menjadi bahasa internasional.”Agara indonesia tidak dipandang sebagai negara jelek lagi  namun penuh keberagaman bahasa dan budaya,”paparnya.

Salah satu Mahasiswa luar negeri asal Thailand Siriporn Namdang, ia merasa senang berada di Indonesia namun disini terasa panas. “Suka makanan-makanan disini namun belum bisa jalan sendiri, karena belum bisa bahasa Indonesia,” ungkapnya.

 

Also Read

Tinggalkan komentar