Tiffany: Jangan Takut Gagal, Menyesal-lah Jika Tidak Pernah Mencoba

LPM Pabelan

Bagi sebagian besar orang, menjadi seorang mahasiswa bukanlah sesuatu yang mudah. Mahasiswa selalu dituntut untuk berpikir kritis, mampu membawa perubahan baru, mampu menjadi garda terdepan dalam pembangunan bangsa, dan mampu bermanfaat bagi orang lain. Namun, hal tersebut dapat saja berubah menjadi lebih mudah dan menyenangkan apabila dijalankan dengan baik serta ikhlas.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membuat dunia perkuliahan menjadi menyenangkan adalah dengan berorganisasi. Di era sekarang ini, pintar saja tidak cukup, mahasiswa juga dituntut untuk memiliki kecakapan dalam segala hal.

Namun, kebanyakan mahasiswa tidak tertarik mengikuti organisasi. Mereka menganggap bahwa mengikuti organisasi dapat mengurangi waktu belajar dan membuat tidak fokus pada kuliahnya. Tetapi pada kenyataannya banyak sekali manfaat yang didapatkan dengan berorganisasi, seperti yang telah dialami oleh mahasiswi program studi Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bernama Egidia Tiffany. Mahasiswi asal Palangkaraya ini banyak mengikuti organisasi kampus, seperti Badan Eksekutif  Mahasiswa (BEM) FIK UMS, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) FIK UMS, dan Himpunan Mahasiswa Berprestasi (Himapres) UMS.

Kepada tim pabelan-online.com, Tiffany menceritakan pengalaman dan keaktifannya dalam mengikuti berbagai event di tingkat nasional hingga kancah internasional. Berbagai event  nasional yang telah diikutinya, diantaranya Seminar Thalamus Fakultas Kedokteran UMS, University Research Colloquium (URECOL), THE 11th SATU Indonesia Awards, lomba opini Kemendikbud, dan lomba kisah inspiratif IPB.

Sedangkan di kancah internasional, ia pernah mengikuti International Nursing Conference dan Asia International Model United Nations (AIMUN) yang diadakan di Bali. Selain itu, berbagai prestasi telah diraih oleh Tiffany, salah satunya bahwa ia berhasil meraih juara pertama lomba cerdas cermat dalam acara International Nurses Day.

Sebagai salah satu Mahasiswa Berprestasi (Mawapres), ia menuturkan beberapa tips yang bisa dilakukan agar bisa menjadi mahasiswa berprestasi. Tips yang pertama adalah meluruskan niat untuk mencari ilmu dan belajar dengan tekun.  Kedua, menelusuri minat dan bakat yang disukai agar mudah untuk mengembangkan potensi diri. Ketiga, selalu semangat karena semangat adalah pondasi kesuksesan.

Keempat, berani keluar dari zona nyaman. Kelima, mengasah keterampilan yang dimiliki dan memberanikan diri untuk mengikuti event atau perlombaan baik didalam maupun diluar kampus. Keenam, bergabung dalam organisasi dan yang terakhir, selalu mengharap ridho dari Allah SWT dan orang tua agar segala tindakan yang dilakukan mendapat keberkahan dan kebermanfaatan.

Tak hanya sampai di situ, selain sibuk dalam dunia perkuliahan dan menjadi aktivis, Tiffany telah memulai mengembangkan bisnis online shop. Ia mengatakan bahwa awal mula mengembangkan bisnis karena dirinya menyukai berbelanja di online shop. Dari situlah muncul sebuah ide, bagaimana caranya agar ia tidak terus menerus mengeluarkan uang, tetapi juga harus bisa menghasilkan uang dari online shop tersebut.

“Saya ingin mencoba hal baru yang sejalan dengan kesenangan saya, yaitu dengan mencoba berbisnis melalui online shop dan Alhamdulillah bisa berjalan lancar hingga saat ini,” tuturnya.

Menurutnya, ketika akan memulai berbisnis hal yang pertama dilakukan adalah dengan menghilangkan rasa takut yang ada dalam diri dan menggantinya dengan rasa semangat. Kunci kesuksesan dalam berbisnis adalah rasa semangat, kerja keras, membangun relasi, dan tentunya tidak mudah menyerah.

Tiffany menceritakan bahwa pastinya ada kendala dalam membagi waktu antara organisasi, kuliah, maupun berbisnis. Ia berpendapat bahwa solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan membuat skala prioritas. Ketika tugas kuliah sudah selesai dikerjakan, maka bisa dilanjutkan dengan berorganisasi, kemudian berbisnis.

“Saya sering menyusun timeline atau jadwal agar lebih mudah untuk mengingat tugas mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu sehingga semuanya bisa berjalan seimbang,” ungkap Tiffany.

Dirinya mengatakan bahwa ketika mengalami putus asa maka hal yang dilakukan adalah memotivasi diri dengan mengingat bahwa you are stronger than you think. Tidak ada yang namanya kegagalan, semua yang ada di hidup ini merupakan sebuah pembelajaran. Waktu tetap berjalan, jangan sampai kehabisan waktu hanya karena tenggelam dalam rasa putus asa. Berlomba-lombalah dalam hal kebaikan karena kemuliaan seseorang bisa dilihat dari sejauh mana dirinya mempunyai nilai kebermanfaatan bagi orang lain.

“Prinsip hidup yang saya anut yaitu mengacu pada sabda Rasulullah SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Kita hidup di dunia ini hanya sementara, maka semangatlah dalam mencari ilmu dan menebar kebermanfaatan bagi sesama,” ungkapnya.

Tiffany juga berpesan bahwa take your dreams seriously. Setiap orang punya mimpi, punya cita-cita dan semuanya hanya dapat terwujud jika selalu berusaha. Ketika sedang bermalas-malasan, maka sebenarnya banyak orang diluar sana yang saat ini sedang mengejar kesuksesan. Nikmati semua proses yang terjadi dan selalu ingat bahwa yang namanya berjuang tidak ada yang sia-sia.

“Jangan pernah takut untuk gagal, tapi menyesal-lah jika tidak pernah mencoba. Semoga segala kebaikan akan diberikan kemudahan dan kelancaran oleh Sang Pencipta,” tutur Tiffany.

 

Reporter         : Jannah Arruum Sari

Editor             : Earleanne

Also Read

Tinggalkan komentar