
UMS, pabelan-online.com – Aliansi Solo Peduli Palestina (ASPP) yang terdiri dari 79 lembaga dan komunitas mahasiswa, pemuda, serta masyarakat Solo Raya mengadakan aksi dukungan dan galang dana untuk Palestina.
Aksi ini berpusat di Bundaran Gladak pada Jumat, 21 Mei 2021. Aksi dukungan dan galang dana untuk Palestina ini diikuti lebih dari 300 orang dengan tertib dan mematuhi protokol kesehatan (prokes).
Massa berkumpul di Masjid Agung Surakarta, kemudian melakukan salat asar di sana, lalu bergerak bersama menuju Bundaran Gladak melalui trotoar. Hal ini dilakukan agar tidak memblokade atau menimbulkan kemacetan di jalan. Massa sampai di titik utama aksi pada pukul 16.08 WIB. Aksi dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan orasi-orasi dari beberapa massa aksi.
Aba Rohman Nurkholik, selaku humas dalam aksi ini menjelaskan, aksi ini berawal dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Solo Raya yang memiliki keresahan bersama mengenai apa yang terjadi di Palestina. Dimulai dari perebutan lahan Syekh Jarrah hingga kekerasan wanita dan anak-anak di Masjidil Aqsha.
Ia juga menjelaskan tujuan utama dari aksi ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya masyarakat Solo tentang kejahatan kemanusiaan yang ada di Palestina. Selain itu untuk merekatkan solidaritas elemen lembaga pemuda dan masyarakat.
Ia menambahkan, orasi yang dilakukan berisi seruan pesan kemanusiaan, mengutuk adanya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), persatuaan pemuda umat islam dan awareness akan isu-isu pelanggaran HAM.
“Aksi ini dilakukan sebagai wujud dukungan pemuda dan masyarakat Solo atas perjuangan Palestina serta pencerdasan dan galang dana untuk meringankan beban”, ujarnya. (22/05/2021)
Zakky Musthofa Zuhad selaku koordinator umum dalam aksi ini menjelaskan bahwa ketika H-1 sebelum aksi, mereka mengadakan diskusi secara daring untuk memperdalam pemahaman dan kesadaran terkait isu konflik di Palestina.
Ia menambahkan, adanya aksi ini diharapkan dapat melambungkan opini publik lebih kuat lagi, entah itu melalui aksi ini sendiri atau diskusi sehingga masyarakat lebih paham terkait masalah di Palestina. Selain itu, aksi ini merupakan support system untuk mayarakat Palestina dengan upaya galang dana yang masih dibuka sampai tanggal 25 Mei 2021.
“Mahasiswa sebagai kaum intelektual menilai tatanan masyarakat itu tenteram, damai, mengayomi satu sama lain, jika terjadi pelanggaran HAM, genosida dan lain sebagainya, sudah sewajarnya ada keberpihakan yang dilakukan”, ujar Zakky. (22/05/2021)
Masa aksi membubarkan diri pukul 17.20 WIB, setelah sebelumnya melakukan doa bersama. Aksi berlangsung dengan damai dan tertib. Tidak ada konflik dan pertentangan yang terjadi ketika berjalannya aksi. Semuanya sepakat menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dengan menyampingkan kepentingan-kepentingan di luar aksi dan isu yang terkait.
Reporter : Rhamadhani Nisa Alhanifa
Editor : Hanif Afifah






